Pemerintah akan perketat keluar masuk kapal pesiar ke Indonesia

Arif-Havas-Oergoseno-Deputi-I-Bidang-Kedaulaatan-Maritim-Kementerian-Koordinator-Bidang-Kemritiman (foto:Kompas.com)

@Rayapos.com | Jakarta: Belajar dari kerusakan terumbu karang yang terjadi di Raja Ampat, yang dilakukan oleh MV Caledonian Sky 4 Maret silam, pemerintah akan memasukkan sejumlah perairan Indonesia menjadi kawasan laut sensitif (Particularly Sensitive Sea Areas/PSSA).

PSSA adalah area yang membutuhkan perlindungan Organisasi Maritim Internasional (IMO) karena alasan ekologi, sosial ekonomi dan rentan mengalami kerusakan aktivitas maritim internasional.

Hal ini disampaikan Deputi I Bidang Kedaulaatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemritiman Arif Havas Oergoseno, menurutnya, dengan PSSA tersebut pemerintah akan mengatur skema keluar masuk kapal pesiar yang masuk ke wilayah perairan Indonesia.

Havas mengakui, pemerintah memang membuka kesempatan bagi kapal pesiar untuk masuk ke Indonesia.

Cara ini merupakan upaya untuk meningkatkan pendapatan negara dari sektor pariwisata kapal pesiar.

“Dengan adanya upaya kita menarik cruise, itu jadi tantangan tersendiri. Kalau kita lihat di Australia pun kapal cruise masuk juga. Kapal masuk ke kawasan yang banyak terumbu karang jadi hal yang berisiko juga. Nah, ini jadi buat evaluasi ke depannya,” ujar Havas, saat memberikan keterangan pers, di Gedung Kemenko Maritim, Senin (20/3/2017).

Havas mengatakan, dengan menetapkan skema keluar masuk pemerintah akan menentukan tipe dan bobot kapal yang bisa masuk ke perairan yang berupa kawasan konservasi seperti di Raja Ampat.

“Yang mau kami perdalam adalah berapa jumlah yang pas per tahun nanti. Berapa sih ukuran yang pas? Bisa enggak nanti kapal cruise masuk ke kawasan konservasi atau diperlukan kapal yang lebih kecil,” pungkasnya.

 

Comments

comments