14 Calon Dubes RI Kunjungi Papua

@Rayapos | Jayapura: Sebanyak 14 dari 23 calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI mengunjungi Provinsi Papua dalam rangkaian pekan orientasi mengenai empat prioritas politik luar negeri Indonesia.

Ketua Rombongan Lintas Nusantara yang juga Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Kristiarto Legowo, di Jayapura, Rabu (25/1), mengatakan keempat prioritas tersebut yakni keutuhan NKRI, diplomasi ekonomi, pelayanan dan perlindungan WNI, serta penguatan diplomasi bilateral, regional juga multilateral.

“Papua yang dipilih karena terkait dengan empat prioritas tersebut,” katanya.

Menurut Kristiarto, Papua dipilih juga bukan karena pihaknya menganggap Bumi Cenderawasih menjadi masalah terkait degan apa yang diprioritaskan, tetapi justru diyakini sebagai aset dalam upaya menjaga keutuhan NKRI, pembangunan ekonomi Indonesia, menguatkan hubungan bilateral, regional dan multilateral.

“Papua juga merupakan aset bagi bangsa dan negara. Para duta besar yang mewakili kepentingan masyarakat juga kepentingan warga Bumi Cenderawasih,” ujarnya.

Dia menjelaskan para calon duta besar ini juga telah menjalani ‘fit and proper test’ di Dewan Perwakilan Rakyat dan telah dinyatakan sangat layak, dan patut mewakili Indonesia di masing-masing negara sahabat.

“Menindaklanjuti hasil ‘fit and proper test” tersebut para calon dubes telah menjalani pekan orientasi dan dibekali antara lain oleh wapres, para menteri, para pemangku kepentingan terkait dengan empat prioritas yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam politk luar negeri Indonesia,” katanya lagi.

Dia mengharapkan, dengan kunjungan lintas nusantara, pada masa mendatang banyak duta besar dari putra putri Papua.

Ke-14 calon duta besar tersebut adalah Kristiarto Legowo untuk ditempatkan di Australia, Tantowi Yahya (Golkar) untuk Selandia Baru, Ikrar Nusa Bhakti (peneliti) untuk Tunisia, Wieke Adiwoso Slovakia.

Serta, Esti Andayani untuk Italia, Priyo Iswanto untuk Kolombia, Prof Radar Pardede untuk Tanzania, Mayjen Dr Arief Rachman (Unhan) untuk Afganistan, Nur Syahrir Rahardjo untuk Bahrain, Ngurah Ardiyasa untuk Sri Lanka, Andy Rachmianto untuk Yordania, Sahat Sitorus untuk Timor Leste, Rachmat Pramono untuk Kazakhstan, dan Rusdi Kirana (wantimpres/pengusaha) untuk Malaysia. [ant]

Comments

comments

LEAVE A REPLY