Rekonstruksi pengeroyokan Haringga di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Foto: Dok Rayapos

@Rayapos | Bandung – Pengeroyok suporter Persija, Haringga Sirila, yakni DF (16) dan SM (17) dituntut hukuman 3,5 dan 4 tahun. Itu dibacakan Jaksa di sidang Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (23/10/2018).

Kedua terdakwa diinlai terbukti mengeroyok Haringga jelang pertandingan Persib melawan Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, (23/9).

Persidangan tersebut berlangsung tertutup, lantaran kedua terdakwa masih di bawah umur.

Jaksa Edi menyebutkan, DF dan SM dinilai bersalah mengeroyok Haringga Sirlia. Kedua pelaku ini teridentifikasi dari rekaman sebuah video sedang menganiaya Haringga di parkiran Stadion GBLA.

“Menyatakan, pelaku anak 1 SM dan pelaku anak 2 DF terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan mati,” sebut Edi dalam tuntutan.

Dalam berkas tuntutan, jaksa menyebut DF dan SM dinilai telah melanggar Pasal 170 ayat 2 KUHP tentang kekerasan yang dilakukan secara terang-terangan.

Sedangkan, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan yang sempat didakwa kepada DF dan SM dianggap jaksa tidak terbukti.

“Menjatuhkan pidana terhadap pelaku anak 1 SM dengan pidana penjara selama 4 tahun dan pelaku anak 2 DF dengan pidana penjara 3 tahun 6 bulan,” ujar Edi.

Sementara, kuasa hukum kedua terdakwa, Dadang Sukmawijaya, meminta kepada majelis hakim agar meringankan hukuman kepada kedua terdakwa tersebut.

Menurutnya, tindakan kliennya merupakan spontanitas dan terbawa oleh psikologis massa.

Dadang juga meminta hakim mempertimbangkan hukuman alternatif untuk DF dan SM yang masih anak-anak.

Ia menawarkan alternatif hukuman selain pidana penjara, yakni hukuman percobaan atau dikembalikan kepada orang tuanya.

“Yang bersangkutan tidak harus dipenjara. Ada alternatif yang lain. Tapi tentunya mekanismenya sesuai dengan sistem peradilan. Apakah percobaan, apakah dikembalikan kepada orang tua. Mungkin kita sampaikan ini pada pembelaan besok,” ujarnya.

Dalam kasus pengeroyokan Haringga hingga tewas, polisi menetapkan 14 orang sebagai tersangka.
Hanya saja, baru DF dan SM yang sudah disidangkan karena masih dalam usia anak. Sedangkan, lima pengeroyok lainnya sudah masuk dalam proses pemberkasan perkara.

Ke-14 tersangka dalam kasus ini diduga mengeroyok suporter Persija Jakarta Haringga Sirla hingga tewas.

Menurut keterangan polisi, Haringga dikeroyok oleh oknum Bobotoh saat hendak memasuki stadion dari gerbang biru.

Haringga mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala. Ia dihantam oleh benda-benda tumpul seperti kayu, besi, dan kaca.

Haringga Sirila alm. Foto: Twitter
Haringga Sirila alm. Foto: Twitter

Baca Juga:

Manajemen Usher Kehilangan Rp 672 Miliar Karena Pria Ini

Di Acara Hari Santri oleh FPI, Prabowo Janji Begini…

Para Tersangka Minta Damai

Pengacara terdakwa pengeroyok Haringga juga mengusahakan perdamaian dengan keluarga almarhum Haringga. Katanya, untuk membangun hubungan baik.

Pengacara terdakwa, Dadang Sukmawijaya, mengatakan, meski proses hukum tengah berlangsung untuk dua kliennya yang masih di bawah umur, namun tetap proses perdamaian harus dilakukan.
Proses perdamaian tersebut akan dilakukan pula untuk lima tersangka pengeroyokan lainnya yang kini ditahan kepolisian.

“Karena ini sudah terjadi meskipun sifatnya pengeroyokan rame-rame, tapi ini bagian tak terpisahkan dari proses,” kata Dadang di Pengadilan Negeri Bandung.

Sementara berkas lima tersangka kasus pengeroyokan suporter Persija lainnya segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bandung bertepatan dengan masa terakhir penahanan selama 15 hari oleh kepolisian.

Dadang menyebutkan, jika dalam tenggat waktu yang telah ditetapkan berkas penyidikan polisi belum dilimpahkan ke kejaksaan, maka otomatis seluruh lima tersangka pengeroyokan harus dikeluarkan dari penjara meski proses hukumnya tengah berjalan.

Sementara untuk dua terdakwa kasus serupa, Dadang menjelaskan akan ditahan maksimal selama 25 hari.

Usai 25 hari menjalani masa persidangan maka harus segera diputuskan perkaranya.

“Lima tersangka di bawah umur kasus pengeroyokan tersebut merupakan hasil penangkapan kedua oleh kepolisian,” ujar Dadang.

Sedangkan untuk tujuh orang dewasa tersangka kasus serupa masih dalam tahap pemberkasan. Sehingga masa penahanannya di kepolisian dilakukan perpanjangan.

Dadang mengaku menangani sebanyak 13 orang terduga pelaku pengeroyokan Haringga.

Itu terdiri dari enam anak – anak dan tujuh orang dewasa. Satu terduga pelaku pengeroyokan dikatakan oleh Dadang, telah ditangani oleh kuasa hukum yang lain. (*)

BAGIKAN