2016, Jasa Raharja Ambon Kucurkan Rp 7,3M

@Rayapos | Ambon: Dalam rentang tahun 2016, Kantor Jasa Raharja Cabang Maluku telah mengucurkan dana sebesar Rp 7,3 milyar untuk menyantuni korban kecelakaan lalu lintas di seluruh wilayah di Maluku, baik bagi korban yang meninggal dunia maupun luka-luka.

Santunan kepada para korban kecelakaan angkutan penumpang umum dan korban kecelakaan lalu lintas jalan oleh Jasa Raharja ini telah diatur berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

Demikian diungkapkan Kepala Jasa Raharja Cabang Maluku, Marganti Sitinjak, kepada wartawan, di Ambon, Rabu (25/1). ”Jadi sepanjang tahun 2016 Jasa Raharja telah mengucurkan anggaran senilai Rp 7.3 miliar untuk menyantuni korban kecelakaan angkuitan penumpang dan korban kecelakaan lalu lintas di Maluku,” ujarnya.

Dijelaskannya, santunan untuk korban lakalantas ini dapat disebutkan antara lain untuk korban meninggal dunia yang dikucurkan berjumlah Rp 4.025.000.000, korban cacat tetap berjumlah Rp 526.687.500, dan korban luka yang mendapatkan perawatan di rumah sakit sebesar Rp 2.770.319.864. Sedangkan untuk biaya penguburan sebesar Rp 10.000.000. ”Kalau dibandingkan dengan total santunan untuk tahun 2015, maka untuk tahun 2016 ini jumlahnya meningkat. Karena di tahun 2015 jumlah santunan yang dikucurkan untuk menyantuni korban kecelakaan di Maluku hanya mencapai Rp 6,3 milyar,” jelasnya.

Penanganan korban luka-luka akibat kecelakaan ini, jelasnya, didasarkan pada MoU Nomor P/35/SP/2013 dan 032/MoU/2013 tertanggal 20 Oktober 2013 tentang koordinasi manfaat. Dimana, pihak Jasa Raharja telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dengan implementasi Jaminan Sosial bidang kesehatan dan bidang kecelakaan lalu lintas. ”Hal ini merupakan wujud nyata Jasa Raharja untuk memberikan pelayanan terbaik kepada korban luka-luka. Salah satunya yakni dengan proses penerbitan surat jaminan dengan cepat dan tepat bagi korban yang terjamin Jasa Raharja, sehingga korban tidak perlu mengeluarkan biaya perawatan di rumah sakit, sampai dengan batas santunan luka-luka Rp 10 juta,” tegasnya.

Untuk mempercepat pelayanan terhadap para korban kecelakaan tahun 2016, tegasnya, maka realisasi penyelesaian santunan untuk korban meninggal dunia, baik yang meninggal langsung di lokasi kejadian maupun setelah menjalani perawatan di rumah sakit, dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat. ”Target yang ditetapkan oleh manajemen untuk penyelesaian santunan maksimal 10 hari. Namun kami Jasa Raharja Cabang Ambon, mampu menyelesaikan santunan itu hanya dalam waktu dua hari,” timpalnya.

Selain itu, tambahnya, penyelesaian santunan korban kecelakaan secara cepat yang dilakukan pihaknya itu, telah menjadi komitmen Jasa Raharja untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang ada di daerah ini. ”Komitmen Jasa Raharja Maluku bagaimana kita memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Comments

comments