2017, BPJS-K ”Uluri” Naker Rentan di Maluku

@Rayapos | Ambon: Memasuki tahun pelayanan 2017, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial-Ketenagakerjaan (BPJS-K) Cabang Maluku akan fokus kepada tenaga kerja (naker) rentan yang ada di Maluku secara umum dan di Kota Ambon pada khususnya.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor BPJS-K Cabang Maluku, Tri Candra Kartika, kepada wartawan, di Ambon, Sabtu (28/1). ”Tenaga kerja rentan seperti tukang sayur, tukang bakso, tukang ojek, pedagang kue-kue dan lainnya di Kota Ambon bisa terlindungi oleh program perlindungan jaminan tenaga kerja pada BPJS-K dengan hanya membayar iuran sebesar Rp 16.800/bulan/orang,” ujarnya.

Menurutnya, hanya dengan membayar iuran kecelakaannya sebesar Rp 10.000, dan iuran kematian Rp 6.800, maka perlindungan dua program saja akan mendapatkan hak dan manfaat yang sama, baik resiko kecelakaan kerja maupun resiko meninggal. Dimana, ketika masuk rumah sakit, mendapatkan pelayanan fasilitas rumah sakit atau fasilitas yang berkaitan dengan pasca resiko terjadi sama saja, tidak berbeda dengan masyarakat yang masuk program penerima upah.

Dijelaskannya, peran serta seluruh aparatur pemerintah di tingkat RT/RW, Kelurahan, Desa, Kecamatan, dan Bupati/Walikota, terlibat langsung untuk ikut berperan serta memfasilitasi perlindungan, menjadi jaminan para pekerja yang rentan dan ada di Maluku ini bisa terlindungi. ”Termasuk juga BPJS-K yang mengupayakan sinergi dengan sektor-sektor badan usaha non perbankan agar mereka juga memiliki kesadaran untuk menyisihkan keuntungan dari aktifitas usahanya,” jelasnya.

Pihak yang sudah disebutkannya itu, tambahnya, juga turut serta memberikan perlindungan, lanjutnya, dengan menyisihkan untuk nilai Rp 16.800/orang kepada perlindungan BPJS-K. Perlindungan kepada tenaga kerja yang rentan ini, tambahnya, merupakan upaya mensinergikan program pihaknya dengan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat, di tahun 2017 ini.

Comments

comments