Ilustrasi kepala pulsing saat maag kambuh (Foto: Getty Image)

@Rayapos | Jakarta –  Penderita gangguan asam lambung kerap mengeluh sakit kepala saat asam lambungnya sedang naik.

Biasanya, saat gangguan asam lambung sedang kambuh, penderita akan merasakan perut mulas, mual, dada terasa seperti terbakar disertai mulut pahit. 

Gejala umum yang dirasakan tersebut memang biasanya sering disertai keluhan sakit kepala.

Hasil penelitian yang dilakukan menggunakan metode berbasis cross sectional, dari 43 ribu pasien,  tercatat bahwa prevalensi sakit kepala lebih tinggi pada penderita gangguan asam lambung (acid reflux) dan keluhan pencernaan lainnya dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki gangguan pencernaan.

Dikutip dari Mediskus, dr Ahmad Muhlisin menyebutkan, salah satu penyebab timbulnya sakit kepala saat asam lambung naik adalah gejala Postural Orthostatic Tachycardia Syndrome (POST), yakni kondisi otonom saat jumlah darah yang kembali ke jantung terlalu sediikit saat bergerak dari posisi berbaring ke posisi berdiri.

Gejala yang dirtasakanbiasanya sakit kepala, pusing, jantung berdebar, kelelahan dan masalah pencernaan seperti mual, perut terasa penuh dan pengosongan lambung tertunda.

Selain sakit kepala, masalah lambung menjadi salah satu komplikasi dari penyakit ini. Hal ini terjadi ketika aliran darah yang ke lambung hanya sedikit sehingga penderitanya merasa mual.

Di lain waktu, ketika aliran darah ke lambung terlalu banyak, maka yang dirasakan adalah sakit perut yang tajam dan tiba-tiba.

POTS mempengaruhi pria dan wanita secara merata dan umumnya diderita pada usia 15 sampai 50 tahun.

Seringkali terjadi segera setelah trauma, operasi besar atau infeksi virus. Namun, setiap orang yang menderita asam lambung naik dan juga sakit kepala, belum tentu karena POTS.

Semenntara itu menurut ahli microbiologi, Jitendra Rathod, seperti dikutip dari sepalika.com, menyebutkan bahwa “penderita GERD umumnya memiliki kadar asam lambung rendah sehingga makanan tidak dicerna dengan baik.

Di sisi lain, makanan difermentasi oleh bakteri Helicobacter Pylori, lalu terbentuklah sejumlah besar gas beracun. Gas ini meningkatkan tekanan di dalam lambung dan menyebabkan kembung. 

Juga memberi tekanan pada sfingter esofagus (katup antara lambung dan kerongkongan) dan memaksanya untuk membuka, sehingga isi lambung yang asam naik ke dalam kerongkongan, menyebabkan mulas dan dada terasa terbakar. 

Gas beracun pun ikut keluar dan memasuki otak melalui indera penciuman.

Setelah masuk ke otak, gas ini memberi tekanan pada dinding otak sehingga menyebabkan sakit kepala. Serangan sakit kepala ini berlanjut sampai gas-gas ini dikeluarkan oleh proses tubuh normal.

Jika penyebab pusing dan keluhan asam lambung tersebut disebabkan oleh POST, maka solusinya cukup simple. Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum beberapa minuman olahraga per hari dan makan makanan asin seperti keripik kentang.

Cara minumnya pun harus diatur, teguklah sedikit demi sedikit, karena tegukan yang sekaligus banyak dapat memperparah GERD-nya.

Namun, jika keluhan mual, muntah atau diare disertai dengan sakit kepala tak kunjung mereda, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter tentang pilihan pengobatan yang tepat. 

Mengobati sakit kepala biasanya mengurangi gejala gastrointestinal dan sebaliknya. Pastikan tidak asal minum obat sakit kepala, karena beberapa jenis obat seperti aspirin, ibuprofen dan naproxen sodium dapat meningkatkan mual dan keluhan pencernaan lainnya.

BAGIKAN