Asap tebal dari tanker pengangkut minyak Iran di Laut China Timur, Minggu (7/1/2018), setelah bertabrakan dengan kapal besar China pada Sabtu (6/1/2018. (Foto : China Global Television)

@Rayapos | Beijing – 32 awak kapal tanker minyak dilaporkan hilang setelah kapal mereka bertabrakan dengan kapal barang di lepas pantai timur China, Sabtu (6/1).

Pernyataan resmi Kementerian Perhubungan China mengatakan, 30 orang warga Iran dan dua warga Bangladesh awak tanker Sanchi tidak diketahui nasibnya setelah tabrakan.

Kapal Tanker minyak itu berlayar dari Iran menuju ke Korea Selatan. Kini, kapal tanker tersebut sudah habis terbakar.

Pihak berwenang melaporkan ke-21 awak kapal barang, semuanya warga China, telah ditolong.

Kementerian itu juga mengatakan kapal tanker minyak yang berbendera Panama dan kapal barang CF Crystal yang terdaftar di Hong Kong tabrakan kira-kira 300 kilometer di timur Shanghai.

Menurut kantor berita Xinhua, pemerintah China telah mengerahkan 8 kapal untuk operasi pencarian dan pertolongan dan Korea Selatan telah mengirim satu kapal Pengawal Pantai dan sebuah pesawat terbang untuk usaha pencarian.

Sebelumnya diberitakan bahwa kapal tanker tersebut melakukan perjalanan dari Iran menuju Korea Selatan membawa 136.000 ton kondensat, minyak mentah ultra ringan. Jumlah itu setara dengan satu juta barel dengan nilai sekitar 60 juta dolar Amerika Serikat (AS) berdasarkan harga minyak mentah global.

“Sanchi mengapung dan terbakar sekarang. Ada tumpahan minyak, dan kami memajukan upaya penyelamatan,” kata Pemerintah Iran, layaknya dikutip Reuters.

Namun, Pemerintah Iran tidak menyampaikan rincian mengenai tumpahan minyak tersebut.

Kementerian negeri itu telah mengirim empat kapal penyelamat dan tiga kapal pembersih ke lokasi sekitar pukul 09.00 waktu setempat.

Korea Selatan juga mengirim satu kapal dan helikopter untuk membantu. Seorang pejabat Penjaga Pantai Korea mengonfirmasi kapal itu masih terbakar pada pukul 13.00. Ia menolak mengindentifikasi karena tidak berwenang bicara dengan media.

Data pelacakan kapal Reuters menunjukkan Sanchi dibuat tahun 2008 dan dikelola oleh National Iranian Tanker Co (NITC). Pemilik terdaftarnya Bright Shipping Ltd.

Tanker itu dijadwalkan tiba di Daesan, Korea Selatan, dari Pulau Kharg di Iran pada Minggu menurut pelacakan kapal Reuters.

Tanker yang disewa oleh Hanwha Total Petrochemical Co Ltd itu memiliki “asuransi luar negeri valid” menurut juru bicara Kementerian Perminyakan Iran Kasra Nouri kepada televisi pemerintah Iran.

Sanchi bertabrakan dengan CF Crystal, yang terdaftar di Hong Kong dan saat kecelakaan sedang membawa 64.000 ton biji-bijian dari Amerika Serikat ke Provinsi Guangdong di bagian selatan China menurut pemerintah.

Sebanyak 21 awak CF Crystal, semuanya berkewarganegaraan Chin, sudah diselamatkan. Kapal itu dijadwalkan tiba 10 Januari menurut data pelacakan kapal Reuters.

CF Crystal, yang dibuat tahun 2011, mengalami kerusakan “tidak kritis” menurut Kementerian Transportasi China.

Tabrakan itu merupakan kecelakaan kedua dalam beberapa tahun yang melibatkan kendaraan yang dioperasikan oleh NITC. Pada Agustus 2016, kapal tanker super Iran menabrak satu kapal kontainer di Selat Singapura, namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa atau polusi.

Comments

comments