Kolase Rayapos

@Rayapos | Jakarta – Perjalanan liga-liga negara Eropa hampir meyelesaikan setengah musim. Persaingan klasemen pun ditengarai semakin sulit. Hal ini membuat semua tim harus saling mengalahkan demi poin untuk mendongkrak posisi.

Persaingan ini pun tentu saja ‘memakan korban’, terutama juru taktik. Para pelatih mempunyai peran yang sangat vital, jika gagal maka timnya akan terperosok di klasemen bawah. Alhasil keberadaan mereka di klub bakal terancam pemecatan.

Sepanjang tahun 2018, beberapa pelatih harus menerima kenyataan pahit di pecat dari jabatannya. Hal ini sejalan dengan kinerja buruk yang diperoleh anak asuhnya. Berikut sejumlah juru taktik yang terpaksa lengser.

1. Julen Lopetegui (Real Madrid)
Sempat memberi angin segar dengan menunjukan kinerja bagus di awal musim, Julen Lopetegui akhirnya dipecat Real Madrid pada 29 Oktober 2018. Posisinya kemudian digantikan oleh Santiago Solari.

Baca Juga:

4 Pelatih Ini Lengser di Tahun 2018

NBA: LA Lakers Bungkam Phoenix Suns 120-96

Terungkap, Begini Alasan Pelatih Valentino Rossi Mundur

2. Slavisa Jokanovic (Fulham)
Tiga tahun melatih dan membawa Fulham promosi ke Premier League, Slavisa Jokanovic harus bisa menerima kenyataan lengser dari kursi pelatih. The Cottagers hanya mampu meraih lima poin dari 12 laga musim ini. Posisinya pun digantikan Claudio Ranieri.

3. Steve Bruce (Aston Villa)
Steve Bruce dipecat Aston Villa pada 3 Oktober 2018. Pemecatan ini lantaran sang manajer hanya mampu meraih tiga kemenangan dalam 11 pertandingan Liga Primer Inggris. Bruce berada di bawah tekanan setelah performa Villa merosot di musim ini.

4. Davide Ballardini (Genoa)
Genoa mendepak Davide Ballardini pada 9 Oktober 2018. Di bawah komando Ballardini, Genoa berada hanya mampu menempati peringkat posisi ke-11. Sebagai penggantinya, Klub Serie A Italian ini mengangkat Ivan Juric sebagai pelatih baru.