Pertemuan kedua SBY-Prabowo di Kertanegara. Foto: dok. Istimewa

@Rayapos | Jakarta – Pertemuan Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan bakal capres Prabowo Subianto menghasilkan sejumlah poin. Salah satunya adalah SBY berkomitmen turun langsung berkampanye untuk Prabowo.

Wasekjen PD Andi Arief mengungkap isi pertemuan. Dia merangkum hasil pertemuan itu dalam 7 poin. Berikut 7 poin tersebut berdasarkan informasi dari Andi Arief, Rabu (8/8/2018):

1. SBY menyarankan pendaftaran capees-cawapres tepat waktu, agar rakyat ikut terlibat menyimak dan menyaksikan dari Sabang sampai Merauke bahwa koalisi yang dipimpin Prabowo dalam Pilpres ini koalisi yang disiplin dan patuh pada aturan KPU. Tidak elok kalau sampai ada penambahan waktu seperti yang dibuka opsinya dalam PKPU selama 14 hari itu. Kalau pasangan Capres-Cawapres lain melakukan itu biar nanti rakyat yang menilai sendiri.

2. Prabowo dan SBY tidak berbicara soal siapa wapres dan kapan diumumkan. SBY konsisten pada pakem koalisi bahwa Capres yang berhak menunjuk. Bukan hanya mempertimbangkan menang saja, tetapi juga harua dipastikan bahwa seorang cawapres adalah memiliki tugas membantu menjalankan program presiden secara bersama dan setia pada presidennya sesuai aturan yang ada. Memang cawapres ikut dipilih rakyat, tapi konstitusi mengatur bahwa semua keputusan berada di tangan Presiden dan tanggung jawabnya pada negara. Wapres bukan ban serep, namun semua tugasnya adalah membantu kesuksesan presiden menjalankan tugas negara.

Baca juga:

Proyek Rusun DKI Dicoret, Pengamat Nilai Anies Tak Suka Kebijakan Ahok

Dilaporkan KDRT, Nikita Mirzani: Perempuan Masak Aniaya Laki-laki

Ternyata Caddy Ferin Dibakar Hidup-hidup

3. SBY senang bahwa Pak Prabowo sudah mempersiapkan visi misinya secara serius dan garis besarnya mengutamakan rakyat. SBY yakin Prabowo akan mampu menjalankan visi dan misi yang dibuatnya bersama wapresnya jika terpilih.

4. Soal kawan koalisi lainnya SBY menyerahkan sepenuhnya pada Prabowo. Koalisi yang besar tentu lebih baik. Namun jangan lupakan bahwa yang paling menentukan juga koalisi bersama rakyat.

5. Prabowo dan SBY juga sepakat tidak membicarakan bagi-bagi kursi tidak elok jika dibicarakan sekarang. Sambil berupaya memenangkan Pilpres, Pak Prabowo lah yang punya hak sepenuhnya menentukan menterinya. SBY dan Demokrat bukan hanya tidak memaksakan kadernya menjadi wapres, tetapi juga tidak akan memaksakan jatah menteri. Silakan saja nanti jika ditakdirkan menang kalau Pak prabowo menganggap ada kader yang cakap dan mumpuni, Demokrat siap melepas kader ke kabinet. Tetapi itu nanti dibicarakan bukan sekarang.

6. KOMITMEN SBY akan turun gunung berkampanye buat Pak Prabowo dan cawapresnya. Seluruh struktur partai dan kader akan menyatu dan mendukung tanpa kecuali setelah pasangan didaftarkan ke KPU.

7. Sekali lagi, SBY berharap semua sabar menunggu dan berharap dengan pikiran jernih dan matang serta mempertimbangkan banyak hal positif lainnya Pak Prabowo pada waktunya dalam dua hari ini didoakan mendapat figur yang tepat untuk mendampinginya.

BAGIKAN