Baru 13 SMP di Kota Ambon Diusulkan UNBK 2017

@Rayapos | Ambon: Sebanyak 13 sekolah menengah pertama (SMP) diusulkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2017. Sebelumnya, di tahun 2016 kemarin hanya 3 sekolah yang melaksanakan UNBK dimaksud.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Benny Kainama, kepada wartawan, di Ambon, Kamis (26/1). ”Tahun ini kami mengusulkan 10 sekolah yang akan melaksanakan UNBK, yang ditambah sebelumnya pada tahun 2016 hanya tiga sekolah,” ujarnya.

Menyusul ketiga sekolah seblumnya yang sudah menyelenggarakan UNBK tahun 2016, jelasnya, maka kesepuluh sekolah yang diusulkan tahun ini yakni SMPN 1, SMPN 2, SMPN 4, SMPN 9, SMPN 10, SMPN 13, SMPN 14, SMP Kristen YPKPM, SMP Alwatan, dan SMP Xaverius. ”Tiga sekolah yang telah menerapkan yakni SMP Lentera, SMPN 3 dan SMPN 6. Kita berharap jika mendapat persetujuan dari kementerian, maka diharapkan pelaksanaan ujian dapat berjalan lancar,” jelasnya.

Usulan 10 sekolah tersebut, jelasnya, akan segara dilanjutkan lagi ke Dikbud Maluku, disertai pengiriman daftar nama peserta ujian. Menurutnya, selain usulan 13 sekolah tadi, pihaknya juga akan memberikan kesempatan bagi SMP lainnya yang ingin mengikuti UNBK, dengan syarat sekolah tersebut memiliki komputer minimal 20 unit. ”Kesempatan diberikan bagi sekolah lain. Akan tetapi, jika sesuai batas waktu pengusulan, tidak ada sekolah yang mengusulkan, maka kami akan kirim nama SMP yang sudah siap mengikuti UNBK saja,” timpalnya.

Pelaksanaan UN secara ”online” ini, terangnya, merupakan upaya pemanfaatan teknologi informasi dan mencegah terjadinya kebocoran soal ujian. Peralatan penunjang, seperti komputer, jaringan internet, listrik, bahkan SDM sudah tersedia. Karenanya, saat pelaksanan ujian diharapkan dapat berjalan dengan baik. ”Jika peralatan penunjang telah dipersiapkan, siswa juga harus dipersiapkan dengan berbagai latihan, terutama cara mengisi lembaran jawaban secara online,” tegasnya.

Bukan saja pelaksanaan UN secara ”online” yang diharapkan bisa dilaksanakan, namun pihaknya juga berharap ke depan pelaksanaan penerimaan siswa baru (PSB) pun bisa dilakukan secara ”online”. ”Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya penumpukan siswa di sekolah unggulan. Seluruhnya harus dilaksanakan secara objektif dan terbuka. Selain itu, juga mencegah manipulasi data dan hasil ujian siswa. Kami berharap ke depan semua dilaksanakan secara transparan,” pungkasnya.

Comments

comments