Abdul Khoir Dituntut Jaksa Dengan Hukuman Pidana Dua Tahun Enam Bulan Penjara

@Rayapos | Jakarta: Direktur PT Windu Tunggal Utama (WTU), Abdul Khoir dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dengan hukuman pidana dua tahun enam bulan penjara dan denda Rp200 juta subsider lima bulan kurungan.

Jaksa menilai Khoir terbukti menyuap empat Anggota Komisi V DPR yakni Damayanti Wisnu Putranti, Budi Supriyanto, Andi Taufan Tiro, dan Musa Zainuddin serta Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustary.

Khoir disangkan telah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Jaksa pun mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan dalam mengajukan tuntutan untuk Khoir. Untuk yang memberatkan, perbuatan Khoir dianggap tak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, menghambat jalannya pembangunan di Maluku dan Maluku Utara dan merusak check and ballance antara eksekutif dan legislatif.

“Untuk yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, mengakui dan menyesali perbuatannya, memiliki tanggungan keluarga dan ditetapkan sebagai justice collaborator,” kata Jaksa Kristanti Yuni Purnawanti saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (23/5).

Seperti diketahui, Khoir didakwa bersama-sama dengan Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng alias Aseng dan Direktur PT Sharleen Raya (JECO Group) Hong Arta John Alfred memberi suap kepada pejabat di Kementerian PUPR dan sejumlah Anggota Komisi V. Total uang suap yang diberikan mereka sebesar Rp21,38 miliar, SGD1,67 juta, dan USD72,7 ribu. [Arfa Gandhi]

BAGIKAN

LEAVE A REPLY