Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali

@Rayapos | Jakarta – Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali, mengaku sudah mengetahui ada titik rawan longsor di wilayahnya. Bahkan dia menyebut sudah melakukan beberapa pembenahan di beberapa titik.

“Jadi gini, dari beberapa waktu yang lalu, titik-titik longsor itu udah di identifikasi dan sudah dilakukan pembenahan dibeberapa titik yang bisa dilakukan,” kata Marullah saat dihubungi Selasa (4/12/2018).

Baca juga:

Begini Pidato dan Pesan Jokowi soal Korupsi di Indonesia

VIDEO: Prabowo Salah Ucap Nama Rasulullah di Reuni 212? Begini Jelasnya

Saat ditanya wilayah mana saja yang sudah berhasil dibenahi? dia tidak bisa menjawab detail. Sebab hal itu menjadi kewenangan dinas Sumber Daya Air Sudin Jakarta Selatan.

“Saya lupa titiknya itu di pesanggrahan ada beberapa yang belum bisa dijangkau. Nah itu yg belum bisa. Tapi yg lain2 mudah2an sih aman, Angkanya saya lupa (jumlah wilayah),” ungkapnya.

Begitu juga soal teknis penangan wilayah rawan longsor di Jakarta Selatan, dia melimpahkan persoalan ini kepada dinas SDA. Namun putra asli Betawi ini membeberkan, salah satu penanganan dari dinas SDA adalah pengerjaan turab di beberapa titik rawan longsong.

“Tanya di SDA ya karena itu kerjaan SDA. Rata-rata kalau persentasi nanyanya di SDA. Tapi secara umum temen-temen SDA sudah sampaikan kepada saya sudah dilakukan pembuatan turab,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI menjelaskan, masih ada sekitar 10 titik longsor di Jakarta karena curah hujan yang tinggi.

10 titik ini tersebar di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Khusus wilayah Jakarta Selatan ada 8 titik rawan longsor, diantaranya adalah :

Jakarta Selatan:

1. Cilandak: potensi longsor menengah

2. Jagakarsa: potensi longsor menengah hingga tinggi

3. Kebayoran Lama: potensi longsor menengah

4. Kebayoran Baru: potensi longsor menengah

5. Mampang Prapatan: potensi longsor menengah

6. Pancoran: potensi longsor menengah

7. Pasar Minggu: potensi longsor menengah

8. Pesanggrahan: potensi longsor menengah

BAGIKAN