Ada apa di Pasar Seni Gabusan?

Pasar Seni Gabusan, Surganya Kerajinan Bantul (FOTO: Istimewa)

@Rayapos.com | Bantul: Pasar Seni Gabusan  merupakan surge belanjanya para penggemar bena-benda seni di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Didirikan  13 tahun lalu, Pasar seni yang letaknya  sekitar 10 kilometer  arah selatan  pusat kota Yogyakarta itu  dibangun dengan konsep  ruang pamer berkelas  dunia, sekaligus tempat rekreasi keluarga yang  menyenangkan.

Di kawasan  seluas 4,5 hektar itu, para pengunjung dengan mudah akan  dapat memilih benda-benda seni favoritnya, karena  Pasar Seni gabusan menampung  sekitar 400 pengrajin. Untuk memudahkan pembeli,  produk seni  yang dipasarkan itu dibagi dalam kelompok. Ada los khusus kerajinan kulit, terakota, kayu, logam, perak, bamboo dan juga los khusus  hasil karya lukisan.  Dan masih banyak lagi, karena di sini ada  16 los produk seni dan kerajinan.

Sayangnya,  Pasar Seni ini masih terbilang sepi pengunjung. Padahal segala cara sudah dilakukan seperti  menyediakan akses internet gratis.

Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyarankan manajemen Pasar Seni Gabusan menggandeng biro perjalanan untuk meramaikan pasar kerajinan yang berlokasi di Jalan Parangtritis itu.

“Kalau Pasar Seni Gabusan (PSG) itu kan ada manajemen pengelolanya, kami sarankan ada kerja sama dengan pihak biro perjalanan agar bus wisata mau masuk,” kata Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyanta Hadi di Bantul, Sabtu (18/3/2017).

Menurut dia, perlunya menggandeng biro perjalanan untuk meramaikan PSG, karena pasar kerajinan yang terletak di Jalan Parangtritis itu sepi pengunjung, padahal di kawasan pasar seni itu terdapat seratusan perajin yang menjual produk kerajinannya.

Oleh sebab itu, jika ada kerjasama dengan biro perjalanan itu, maka bus pariwisata yang mengangkut rombongan wisatawan bisa diampirkan ke Pasar Seni Gabusan setelah berkunjung ke Pantai Parangtritis untuk berbelanja kerajinan.

“Paling tidak nanti bus wisata itu masuk dan memutar di lingkungan Pasar Seni Gabusan, terkait wisatawan mau belanja atau sekadar berkunjung tidak masalah, yang penting masuk dulu,” katanya.

Sedangkan upaya pemerintah daerah dalam meramaikan PSG, Subiyanto mengatakan, Dinas Perdagangan akan menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait agar bus pariwisata tujuan sentra kulit Manding atau selatan PSG bisa difokuskan di kawasan pasar seni itu.

“Karena bus wisatawan yang parkir di komplek kerajinan kulit Manding itu sangat menggangu lalu lintas, bagaimana kalau nanti kita tempatkan di Gabusan, dan menggunakan angkutan ke Manding, ini pemikiran saya,” katanya.

Namun demikian, kata dia, ada upaya lain untuk meramaikan Pasar Seni Gabusan yaitu agar bagaimana pengusaha kerajinan kulit Manding itu bisa difasilitasi membuka ruang pamer di PSG yang dibangun Pemkab Bantul beberapa tahun lalu itu.

“Dengan begitu pengunjung yang mau belanja kerajinan kulit bisa ke PSG, namun kalau tidak ada barang bisa diambilkan di gudang Manding, karena kalau harus parkir di Manding itu mengganggu lalu lintas,” katanya.

Comments

comments