KPUD Jakarta

@Rayapos | Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta menanggapi serius hasil rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait kejanggalan dalam Data Pemilih Tetap (DPT).

Bawaslu DKI menemukan sebanyak 10.626 data pemilih ganda dan 1.332 orang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Menanggapi temuan ini, komisioner KPU DKI Jakarta Bidang Teknis, Nurdin mengatakan, KPU DKI Jakarta tengah berupaya dan berkomitmen ujtuk menampilkan data pemilih yang akurat dan komprehensif.

“Pada prinsipnya data pemilih pasti ada persoalan, tidak mungkin seratus persen. Tapi kami dari KPU berupaya sungguh sungguh untuk menampilkan data pemilih yang akurat dan komprehensif,” kata Nurdin saat dihubungi Rayapos Rabu malam (12/9/2018).

Ia mengungkapkan dari hasil rekomendasi Bawaslu itu, pihaknya bersama KPU RI telah menggelar rapat pleno. Maka tindak lanjutnya adalah KPU RI memperpanjang penetapan Data Pemilih Tetap selama 10 hari yakni hingga tanggal 16 september 2018.

“Maka KPU RI memperpanjang penetapan DPT dengan penyempurnaan data pemilih selama 10 hari, Batas waktunya dari KPU RI sampai tanggal 16 ini,” ungkapnya.

Adapun sisa waktu yang tersedia hanya tinggal 4 hari lagi, KPU DKI bakal terus mengebut rekapitulasi data pemilih dari tingkat kota. Kegiatan itu akan dimulai besok Kamis 13 september secara serentak di tingkat kota hingga tingkat provinsi.

“Ada yang siang ada yang malam rekap di tingkat kota. Kemudian di tanggal 14 dan 15 di tingkat propinsi,” tuturnya.

Selanjutnya dituturkan Nurdin, rekapitulasi terus dilakukan hingga di KPU RI. Bahkan ia yakin, rekapitulasi data pemilih bakal berakhir sesuai jadwal yang telah ditetapkan KPU RI yakni 16 september 2018.

Selain itu pihaknya juga melakukan singkronisasi kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta.

“Harus (sesuai jadwal) karena sudah terjadwal. Dari proses itu dalam hal penyempurnaan kami sudah dor tu dor melakukan verivikasi faktual, disamping itu kami juga melakukan singkronisasi dengan dukcpil,” tuturnya.

Nurdin pun menambakan pada prinshipnya KPU dan Bawaslu memiliki niat yang sama dalam mendukung pemilu yang berkualitas.

“Sangat serius lah menindaklanjuti rekomendasi bawaslu, niatnya sama lah menduku juga pemilu yang berkualitas,” tutupnya.

Sebelumnya Bawaslu DKI Jakarta merilis data janggal terhadap Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sebanyak 10.626 data pemilih ganda ditemukan oleh pengawas penyelenggara pemilu itu.

Klasifikasinya terdiri dari: NIK nama ganda, NIK nama tanggal lahir ganda, NIK sama dan nama tanggal lahir ganda.

Temuan DPT ganda ini direkomendasikan Bawaslu DKI kepada KPU DKI Jakarta, setelah dilakukan verifikasi faktual di lapangan terbukti terdapat 1.332 orang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

BAGIKAN