Kepala Rumah Sakit Bhayangkara (Polri), Jakarta Timur, Kombes Pol Musyafak

@Rayapos | Jakarta – Kepala Rumah Sakit Bhayangkara (Polri), Jakarta Timur, Kombes Pol Musyafak menjelaskan banyak data ganda pelapor post antemortem. Laporan itu datangnya dari para keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610.

Dia mengakui jika sebelumnya ada kesalahan dalam perhitungan awal sebanyak 212 pendaftar. Namun setelah dilakukan verifikasi ternyata ada pelapor ganda dari masing-masing keluarga korban.

Baca juga:

PSI Sebut Mesin Politik Prabowo Bakal Mati Total, Ini Maksudnya

Di Depan Emak-Emak Prabowo Marah, Ini Penyebabnya

“Dari kemarin sore sampe siang ini di mana total keluarga yag lapor ke kami 212, hasil verifikaai ada yang double atas nama yang sama,” kata Musyakaf di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2018).

Ia menjelaskan dari 189 data pelapor per hari ini, pihaknya sudah sudah mengambil sampel DNA keluarga korban sebanyak 152 orang.

“Jadi masih ada 37 anggota keluarga yg belum kita ambil sampel, karena pas lapor tidak ajak orang tua atau anak korban,” jelasnya.

Musyafak menuturkan, saat ini pihaknya terus membuka keluarga pelapor pada post antemorten. Pengambilan sampel DNA bagi keluarga korban juga dibuka di Bandara Pangkal Pinang dan Polda Babel.

“Kita buka posko di sana. Kalau di Surabaya ada juga kita buka boleh di sana. Kita berikan upaya pelayanan terbaik untuk memudahkan keluarga. Setiap hari dikirim jadi semua pemeriksaan DNA pelaksanaan di sana, kita punya lab DNA di Polri,” tandasnya.