Habib Bahar di Bareskrim

@Rayapos | Jakarta – Tim Advokasi Habib Bahar menduga ada pihak yang ingin kliennya segera dipenjara. Alasannya karena proses hukum terhadap kliennya terkesan dipaksakan.

“Bahwa proses hukum terhadap Habib Bahar terkesan dipaksakan dan sengaja dipercepat seolah ada pihak yang berkeinginan dengan cepat menjebloskan Habib Bahar kke penjara dan membungkam dakwah Habib Bahar bin Smith,” kata tim advokasi, Aziz Yanuar, lewat keterangan tertulisnya, Kamis (6/12/2018).

Aziz mengatakan sudah berkali-kali kasus yang dituduhkan kepada seorang habib terkesan dipaksakan. Dia menyebut perlakuan serupa dialami Habib Rizieq Syihab, Habib Haidar, Habib Mahdi Shahab, Habib Syukri Baraqbah, dan lainnya.

Hal ini, lanjutnya, juga seolah-olah ingin membungkam Habib Bahar untuk berdakwah. Menurutnya, perlakuan yang diterima Habib Bahar tidak bisa lepas dari posisi yang merap mengkritik rezim yang melakukan kezaliman.

Baca juga:

Waduh, Tahun Depan Tarif Parkir di Jakarta Rp 50 Ribu per jam

Hakim Ketok Palu, Inilah Vonis Zumi Zola

“Perlakuan diskriminatif yang dilakukan Polri atas pilihan politik merupakan tindakan diskriminasi yang nyata yang bertentangan dengan UUD (Undang-undang Dasar) 1945,” ucap Aziz.

Laporan terhadap Habib Bahar muncul akibat pernyataannya dalam sebuah video di media sosial. Dia dilaporkan oleh Jokowi Mania. Laporan itu diterima dengan nomor : LP/B/1551/XI/2018/Bareskrim tanggal 28 November 2018.

Dalam video itu, Habib Bahar menyebut Jokowi sebagai pengkhianat negara dan rakyat. Dia juga menyebut Jokowi sebagai seorang banci.

Habib Bahar dilaporkan atas dugaan melanggar Pasal 207 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 dan Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

BAGIKAN