Jamal Khashoggi dan tunangannya Hatice Cengiz. Foto: AFP

@Rayapos | Dinas Intelijen Inggris (MI6) ternyata tahu rencana pembunuhan Wartawan Washington Post, Jamal Khashoggi. Bocorannya dimuat Daily Express via Hurriyet, Senin (29/10/2018).

Dilansir dari Saily Mail, seorang sumber di MI6 (tidak disebut indentitasnya) menyatakan, Intelijen Inggris sudah tahu rencana pembunuhan itu pada pekan pertama September 2018.

Itu berarti, sekitar tiga pekan sebelum Khashoggi dinyatakan hilang pada 2 Oktober 2018.

Info yang dihimpun MI6, ada perintah dari Kerajaan Arab Saudi untuk menangkap Khashoggi. Detil perintahnya, Khashoggi harus dibawa kembali ke Saudi.

Sumber tersebut mengatakan, perintah tersebut datang dari “lingkaran anggota kerajaan”. Tidak disebut identitasnya.

Seperti diberitakan Rayapos, Khashoggi adalah jurnalis Amerika berkebangsaan Saudi. Dulu, dia salah seorang penasihat Kerajaan Arab Saudi.

Kemudian karya-karya jurnalistiknya di Washington Post banyak mengungkap hal-hal yang membuat pihak Kejasaan Saudi marah.

Intelijen Inggris mendapat info, skenario penangkapan Khashoggi pada pekan pertama September.

Sumber tersebut menuturkan, pada info itu, ada tambahan, jika Khashoggi membandel (monolak dibawa pulang ke Saudi) perintahnya: Dibolehkan ada ‘tindakan lain’.

Sumber anonim itu mengaku, tidak bisa memastikan apakah Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) yang memberikan perintah tersebut, atau bukan.

Pada 1 Oktober, pihak Intelijen Inggris makin yakin akan adanya plot tersebut. Setelah tahu, ada anggota intelijen Arab Saudi datang ke Istanbul, Turki, pada 1 Oktober 2018.

Tepatnya, anggota intelijen Saudi tiba di Istanbul pada 2 Oktober 2018 pukul 01.00 waktu Turki.

Karena itu, MI6 mencoba menghubungi Riyadh, dan membujuk mereka untuk membatalkan misi tersebut. Namun, peringatan itu tak digubris.

Daily Express sempat menanyakan, mengapa Inggris tak memperingatkan anggota aliansi intelijen Five Eye, termasuk di dalamnya Amerika Serikat (AS)?

Apalagi, Khashoggi diketahui sudah pindah ke AS sejak September 2017 dan bekerja sebagai kolumnis bagi The Washington Post.

Jawabannya begini: “Sebuah keputusan diambil bahwa kami telah melakukan apa yang kami bisa,” terang pejabat intelijen anonim tersebut.

Baca Juga:

Bhavye Suneja, Pilot Lion yang Ingin Pulang ke Rumah Burung Merak

Adik Kopilot Lion JT 610: “Papa Sudah Larang Vino Jadi Pilot”

Makan Ikan Ternyata Bisa Panjang Umur Lho..

Hilang ‘Ditelan’ Konsulat

Sebelumnya, Khashoggi dilaporkan menghilang ketika memasuki gedung konsulat untuk mengurus dokumen pernikahan dengan tunangannya, Hatice Cengiz (33).

Khashoggi punya isteri yang mukim di Saudi. Dia bertunangan dengan Cengiz, warga negara Turki.

Sedangkan, hukum di Turki melarang poligami. Syart bagi Khashoggi menikahi Cengiz adalah, bercerai dulu dengan isterinya.

Nah… mengurus surat perceraian itulah Khashoggi mendatangi Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Setelah Khashoggi hilang, setelah masuk kantor Konsulat Saudi di Istanbul, 2 Oktober 2018, phak Kerajaan Saudi bersikukuh bahwa Khashoggi sudah keluar meninggalkan gedung Konsulat.

Namun, sumber penyelidik Turki menuturkan, Khashoggi telah dibunuh di dalam gedung Konsulat.

Berbagai pemberitaan berembus, bahwa jurnalis berusia 59 tahun itu dibunuh oleh 15 orang, dan jenazahnya dimultilasi.

Pihak Kerajaan Saudi kemudian membuat pernyataan resmi, bahwa Khashoggi tewas akibat pertikaian di dalam gedung Konsulat Saudi di Istanbul. Tapi, jenazahnya tidak ada.

Suatu statement resmi pemerintahan yang sangat aneh. Khususnya untuk kasus yang jadi perhatian masyarakat internasional.

Namun, kantor jaksa penuntut mengonfirmasi kasusnya merupakan pembunuhan berencana.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta ke-18 terduga pelaku yang sudah ditangkap Saudi agar diekstradisi ke Istanbul supaya bisa diadili di sana.

Namun, Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir menegaskan, para terduga pelaku bakal tetap menjalani pengadilan di dalam negeri Saudi. (*)

BAGIKAN