Ahmad Dhani

@Rayapos | Surabaya – Polisi menetapkan Ahmad Dhani Prasetyo sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik. Status itu ditetapkan setelah polisi melakukan pemeriksaan para saksi.

Ujaran Dhani yang berujung pelaporan pencemaran nama baik ini dilontarkannya dalam video di facebook.

Saat itu, Dhani yang hendak mengikuti deklarasi #2019GantiPresiden dihadang oleh sejumlah massa Koalisi Bela NKRI.

Dalam videonya, Dhani menyebut orang-orang yang menghadangnya idiot.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, saat jumpa pers di Mapolda Jatim, Kamis (18/10/2018) mengatakan:

“Dalam kasus yang berujung pada pelaporan itu, kami sudah memeriksa beberapa ahli bahasa, ahli lain, saksi-saksi juga. Kami telah menetapkan yang bersangkutan (Ahmad Dhani) tersangka.”

Usai mengumpulkan keterangan, baik dari Dhani, pelapor, dan saksi ahli, kata Barung, pihaknya telah menyimpulkan jika Dhani resmi menjadi tersangka.

“Kami sudah kumpulkan ahli bahasa, ahli pidana. Kami merangkum dan menyimpulkan yang bersangkutan (Ahmad Dhani) tersangka,” tandas Barung.

Dijelaskan, sedianya Dhani diperiksa di Polda Jatim pada Kamis (18/10/2018) pukul 10.00 hari ini. Tapi, dia tidak hadir.

“Tidak datang (Ahmad Dhani) karena alasan tidak pasti,” tandas Barung.

Sesuai jadwal, pemeriksaan hari ini juga dilakukan terhadap Sugi Nur Raharja alias Gus Nur. Tapi, yang bersangkutan juga tidak hadir.

Baca Juga:

Aneh… Nembak 4, Peluru Ditemukan 5 di Gedung DPR

Dibayar Milyaran, Patricia Gouw Tolak Main Film Horor

Drama Tegang Astronaut NASA yang Selamat dari Kerusakan Roket

Menghina Warga NU

Informasinya, keduanya diperiksa terkait kasus dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian (Hate Speech).

Dhani, pada pemanggilan kedua ini tentang kasus dugaan ujaran kebencian di dalam video vlog yang dibuatnya di Hotel Majapahit, Surabaya, Minggu (26/8/2018).

Pemangilan Gus Nur dan Dhani terkait dugaan pencemaran nama baik dalam video yang menyinggung Nahdlatul Ulama. Dikatakan idiot.

Itu terjadi seusai Aksi #2019GantiPresiden pada Minggu (26/8/2018) di Surabaya yang digagalkan warga. Polisi terpaksa menghalau massa aksi di Tugu Pahlawan, sebab dikhawatirkan terjadi bentrok massa.

Karena aksi ganti presiden itu gagal, lantas Dhani merekam dirinya sedang berada di dalam Hotel Majapahit. Dia berdiri bersama Gus Nur.

Pada rekaman video yang beredar itu, tampak bahwa Dhani kesal, gegara aksi ganti presiden digagalkan warga. Bahkan, warga minta bertemu Dhani, tapi Dhani tetap sembunyi di dalam hotel.

Di rekaman video itulah Dhani mengucapkan kata yang menyinggung umat Nahdlatul Ulama (NU). Yakni, kata “idiot”. Padahal, di Jatim, khususnya Surabaya, massa NU sangat besar.

Ucapan penghinaan itu membuat warga NU marah. Dhani saat itu mengatakan, bahwa yang mengatakan idiot bukan dia, melainkan Gus Nur. Lantas, Dhani dilaporkan ke polisi.

Laporan resmi ke polisi dilakukan Ketua KEB-NKRI, Edi Firmanto pada Kamis (30/8/0281).

Edi menjelaskan, laporan itu merupakan puncak dari tuntutan permintaan maaf yang tak kunjung disampaikan Dhani pada peserta aksi.

“Akhirnya, ya (Dhani) harus kami laporkan,” beber Edi, Jumat (31/8/2018).

Dan, sampai dengan sekarang pun Dhani belum meminta maaf kepada warga NU yang sudah dihina.

Dhani kini berstatus tersangka, tapi belum ditahan. (*)