Dok Rayapos

@Rayapos | Jakarta – Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono menyatakan, partainya terbuka bagi siapa pun yang ingin bergabung. Termasuk Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Gembong mengatakan, dengan senang hati, Ahok akan diterima PDIP apabila berminat untuk gabung.

“PDIP itu partai terbuka. Siapa saja boleh masuk. Itu prinsipnya. Jadi siapa bisa masuk dan siapa bisa keluar,” kata Gembong di DPRD DKI Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Seperti diberitakan Rayapos, awal 2019 mendatang, Ahok akan bebas murni. Dia akan keluar dari Mako Brimob setelah divonis dua tahun karena kasus penistaan agama.

Namun sampai saat ini belum diketahui secara pasti, kemana nanti arah politik Ahok setelah bebas. Hanya, orang-orang dekat Ahok mengatakan, Ahok berencana gabung ke PDIP, setelah bebas.

Tetapi Gembong tak mau berandai-andai terlebih dahulu. Yang pasti, pihaknya tidak melarang jika Ahok berminat.

“Jangan berandai-andai. Keluar aja belom, udah berandai-andai. Kita lihat aja dulu perkembangannya seperti apa,” kata Gembong.

Baca Juga:

Tujuh Detik Bobol Kunci, Sehari Curi Delapan Motor

VIDEO: Ceramah Habib Bahar yang Hina Jokowi PKI dan Kerempeng

Perintah Habib Rizieq, Reuni Akbar 212 Ganti Nama Jadi Reuni Akbar Mujahid 212

Gembong tidak memperdulikan status Ahok yang nantinya bakal menyandang mantan narapidana kasus penistaan agama.

“Ini kan soal personalnya Ahok. Bahwa dia mau masuk pada salah satu partai politik mana pun, itu haknya Ahok. Tapi dalam konteks prinsip kepartaian, PDIP adalah partai terbuka, bebas,” ucapnya.

“Karena prinsipnya partai ini terbuka, kita gak boleh membeda-bedakan si A dan B nya. Kita tidak membedakan ras, suku, agama dan lain sebagainya. Prinsip PDIP seperti itu,” tambah Gembong. (*)

BAGIKAN