Ma'ruf Amin dan Basuki Tjahaja Purnama

@Rayapos | Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) disebut tak begitu akrab dengan Ma’ruf Amin. Ahok diduga sebagian orang marah atas sikap politik Jokowi.

“Ada yang bilang Pak Ahok marah katanya,” kata Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (12/8/2018).

Namun Luhut menegaskan Ahok tak marah dengan Jokowi atau Ma’ruf. Bahkan, Ahok disebut ingin mengampanyekan Jokowi-Ma’ruf selepas keluar penjara.

“Saya pastikan seribu persen dia (Ahok) tidak marah,” sebut Luhut.

“Ahok, saya tanya melalui teman, beliau mengatakan, ‘saya sangat mendukung Ma’ruf Amin, kalau boleh saya ikut kampanye kalau sudah ke luar dari penjara’,” tambahnya.

Menurut Luhut, Ahok juga menyampaikan pesan kepada pendukungnya agar tetap mendukung Jokowi karena berjiwa muda.

“Dia juga menyampaikan pesan-pesan kepada teman-teman yang muda, tetap dukung pak Jokowi karena pak Jokowi berjiwa muda,” kata Luhut.

Ia memastikan Ahok tak lagi marah dengan kasus penodaan agama, “Saya 1000 persen pastikan dia tidak marah,” tuturnya.

Baca juga:

Siapa Yang Berhak Gantikan Sandiaga Uno? Ini Penjelasan Kemendagri

Dramatis, Indonesia Juara Piala AFF U-16

Dikna Faradiba Dikabarkan Tengah Hamil Muda

Luhut menyampaikan pandangannya, soal pemilihan Ma’ruf Amin menjadi pendamping Jokowi.

Ia mengatakan, Ma’ruf memberikan energi baru untuk agar saat kampanye tidak memecah belah bangsa.

“Jadi kita fokus pada kampanye-kampanye program. Masalah ekonomi, kemiskinan, stunting, pendidikan, seperti itu lah area yang didiskusikan, tidak bicara kamu komunis, itu tidak ada benarnya,” katanya.

Sidang Penistaan Agama

Pro kontra menghiasi kasus Ahok saat itu. Ada yang mengatakan Ahok tak bermaksud menistakan ayat Allah, ada juga yang kukuh menyebut wakil gubernur DKI Jakarta era Jokowi itu melecehkan agama Islam.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya bersikap.

MUI, yang diketuai Ma’ruf Amin, meneken pendapat dan sikap keagamaan MUI tentang kasus Ahok. Ahok dikategorikan sebagai penghina Alquran dan ulama. Fatwa itu keluar di tengah Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

Setelah melewati serangkaian proses, kasus Ahok masuk pengadilan. Ma’ruf menjadi salah satu saksi memberatkan Ahok.

Ma’ruf kala itu bersaksi di persidangan bahwa ucapan Ahok membuat marah warga Pulau Pramuka, lokasi di mana Ahok berbicara soal Al Maidah ayat 51.

Ahok juga mengaitkan Ma’ruf Amin dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam kasus tersebut.

Ahok mempertanyakan hubungan Ma’ruf dengan SBY, yang saat itu mengusung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni pada Pilgub DKI 2017.

Ma’ruf, yang merupakan eks Wantimpres Presiden SBY, membantah dirinya terkait dengan salah satu paslon.

“Saya keberatan saksi menunjuk Rizieq Syihab sebagai saksi ahli, padahal dia jelas-jelas sentimen terhadap saya,” tegas Ahok.