Akom penuhi panggilan KPK

@Rayapos.com | Jakarta: Politisi Golkar, Ade Komarudin (Akom) hari ini menyambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna memenuhi panggilan sebagai saksi untuk tersangka Andi Agustinus Alias Andi Narogong terkait kasus dugaan korupsi pengadaan proyek E-KTP.

Setibanya di KPK, mantan Ketua DPR RI yang akrab disapa Akom itu bungkam dari pertanyaan para awak media yang sudah berada di lokasi. Ia pun langsung masuk ke dalam lobi gedung KPK.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan terhadap Akom kali ini merupakan penjadwalan ulang.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AA (Andi Agustinus),” ujar Febri, Kamis (13/07).

Selain Akom, KPK juga bakal mengorek informasi seputar korupsi E-KTP dari dua saksi lainnya yakni, Bos PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo dan Notaris, Hilda Yulistiawati.

“Yang bersangkutan juga diperiksa untuk tersangka AA,” tambah Febri.

Sebelumnya dalam persidangan E-KTP di pengadilan tipikor, Irman mengaku mengenal Akom bahkan ia pernah memerintahkan anak buahnya (Drajat) untuk mengantarkan uang kepada Akom di rumah dinas anggota DPR di Kalibata.

Setelah itu, Sudrajat pun kemudian melaporkan bahwa ia sudah meyerahkan uang tersebut kepada perempuan yang menunggui rumah dinas Ade Komarudin.

Menanggapi pernyataan tersebut Akom mempertanyakan siapa perempuan yang dimaksud. Selain itu ia juga membantah pernah memerintahkan orang untuk meminta fulus terkait proyek E-KTP.

“Saya terus terang tidak pernah menyuruh, tidak pernah meminta ke pak Irman. Karena itu saya minta dibantu pak Irman supaya jadi clear, Saya juga ingin dibantu orang yang menunggu rumah saya itu siapa namanya orangnya, nomor teleponnya (berapa), supaya clear. Saya juga enggak enak terutama dengan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

“Saya tidak menerima uang dari hasil proyek E-KTP, karena sejak awal saya tidak terlibat, baik dalam hal perencanaan sampai dengan penentuan anggaran dan pelaksanaan proyek.” pungkasnya.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY