Akom tegaskan tak kenal Andi Narogong

@Rayapos.com | Jakarta: Usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Politisi Golkar, Ade Komarudin mengungkapkan, pada pemanggilan sebelumnya ia sudah mengirim surat kepada KPK kalau dirinya tidak bisa hadir.

“Saya dua kali mengirim surat, walau pun temen-temen media ada yang nulis saya mangkir, tapi sesungguhnya saya sudah kirim surat. Itu yg harus diketahui,” jelas mantan ketua DPR tersebut, Kamis (13/7).

Saat ditanya terkait pemeriksaannya hari ini di KPK, politis yang akrab disapa Akom ini mengatakan, tak ada yang berubah dari yang sebelumnya.

“Menyangkut barusan, tidak ada yang berubah dari saya, waktu dipanggil untuk tersangka Irman dan Sugiharto, sekarang untuk tersangka Andi Narogong, pada waktu itu saya juga menyampaikan tak kenal Andi Narogong. Tadi juga sama, pertanyaan tak banyak berubah dan jawabannya juga seputar itu,” kata Akom.

Akom juga meminta kepada para awak media agar mencermati fakta-fakta di persidangan lalu agar semuanya selesai.

“Temen-temen sudah tau di persidangan, fakta di persidangan saya pikir harus dicermati semua pihak, biar semua klir. Dan kita juga harus beri dukungan penuh terhadap Pemberantasan Korupsi,” tambahnya.

Namun saat ditanya soal pernyataan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman yang mengaku pernah memerintahkan anak buahnya (Drajat) untuk mengantarkan uang sebesar 1 miliar kepada Akom di rumah dinas dan diterima oleh perempuan yang menunggu rumah. Akom juga membantahnya. Bahkan ia juga menegaskan kalau dirinya tidak kenal dengan Andi Narogong.

“Saya kan sudah sampaikan, siapa orang saya itu, kemudian katanya keponakan saya, supaya kita sama sama enak. Kan bapak-bapak dan ibu-ibu tau, dalam sidang pak Drajad ditanya, pak Drajad bilang gak tau. Artinya saya gak kenal andi Narogong, dan Andi Narogong gak kenal saya. Memang gak kenal terus saya gimana?,” tutupnya.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY