Akomodir PKL, Pemkot Ternate bangun Gamalama Plaza

@Rayapos.com | Ternate : Pembangunan pasar Gamalama Plaza senilai Rp 19 milyar di kawasan Gamalama, lebih ditujukan mengakomodir Pedagang Kaki Lima (PKL) yang belum mendapatkan tempat berjualan.

Saat dikonfirmasi wartawan, di Ternate, Kamis (21/9), hal ini dibenarkan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Ternate, Said Assagaf.

Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate sendiri, akunya, saat ini intensif membangun berbagai sentra ekonomi, seperti pasar buah, Pasar Bastiong dan pasar lainnya, dengan total alokasi anggaran sebesar Rp 57 milyar.

”Pembangunan pasar tradisional konsep modern untuk memenuhi kebutuhan fasilitas jasa dan perdagangan bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) tidak memiliki tempat usaha,” ujarnya.

Karakteristik Ternate sebagai kota jasa dan perdagangan, jelasnya, mengharuskan daerah ini memiliki berbagai fasilitas kebutuhan jasa dan perdagangan.

”Sehingga, mampu menampung dinamika perkembangan ekonomi Kota Ternate yang menggeliat, dimana saat ini tercatat 3.018 pengusaha yang sebagian besar belum mendapat tempat untuk melakukan transaksi jual-beli,” jelasnya.

Berangkat dari tujuan itu, tegasnya, Pemkot Ternate terus berupaya memenuhi kebutuhan fasilitas jasa perdagangan bagi pedagang seperti UMKM.

”Sebetulnya pembangunan pasar Gamalama ini upaya melakukan revitalisasi sejumlah pasar yang sudah bangunannya yang sudah lama, sehingga dengan adanya bangunan baru ini berorientasi pada investasi,” tegasnya.

Pembangunan pasar ini, akunya, sebagai investasi sektor jasa perdagangan jangka panjang.

Dimana, Pasar Gamalama dibangun ulang dengan konsep modern dan disebut Gamalama Plaza.

kehadiran Gamalama Plaza ini, jelasnya, membuat dinamika pertumbuhan kota dengan Mall Jatiland, Hiper Mart maupun Super Market, lebih bergairah.

Pasalnya, hasil kajian pangsa pasar masih belum cukup untuk bisa memanfaatkan dua sentra jasa perdagangan itu.

”Ke depan kita berharap bisa berbagi dengan APBN, sebab dana alokasi khusus (DAK) untuk pasar di Kota Ternate menembus angka tertinggi mencapai Rp 57 miliar,” timpalnya.

Menurutnya, Pemkot Ternate juga membangun sejumlah pasar yang berada di lokasi strategis, antara lain Pasar Bastiong maupun pasar-pasar lain seperti pasar buah.

Diharapkannya pasar buah yang dibangun di Kota Ternate nantinya lebih representatif.

Layaknya Pasar Bastiong yang dibangun kembali karena dianggap tak layak lagi dari aspek kenyamanan dan keamanan maupun estetika.

”Oleh karena itu, kita merevitalisasi pasar Bastiong agar pasar tersebut lebih layak menjadi transaksi jual-beli antara pembeli dan penjual,” pungkasnya.

Comments

comments