FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA

@Rayapos | Jakarta – Spanduk ajakan jangan memilih pemimpin pendukung penista agama dan pembakar bendera tauhid terbentang di jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2018).

Spanduk berukuran sekitar 2 X 3 meter itu dibentangkan para peserta Aksi Bela Tauhid di aspal jalan depan kantor Menko Polhukam.

“Jangan pilih pemimpin pelindung penista agama dan pembakar bendera tauhid,” begitu kalimat dalam spanduk.

Baca juga:

Mau Ikut Tes CPNS, Dilarang Gunakan Pakaian Ini

Hanura Sebut Prabowo ‘The Great Sontoloyo’, Apa Maksudnya?

Namun sayangnya tidak diketahui, siapakah pemimpin yang dimaksud telah membela penista agama dan pembakar bendera tauhid itu. Di bawah spanduk juga dicantumkan tagar #AyoBelaTauhid dan #BenderaTauhidPanjiRosul.

FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA
FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA

Sementara dari tempat yang sama seorang orator dalam orasinya juga meminta agar seluruh umat yang pernah tergabung dalam aksi 212 tidak memilih pemimpin pelindung penista agama dan pembakar bendera Tauhid. Lantas sang orator bertanya apakah rezim ini adil atau zalim.

“Adil tidak? Zalim tidak? Kirminalisasi ulama, membela penista agama dan melindungi penghina kalimat Tauhid, kita tahu kalimat Tauhid bukan hanya milik HTI, tapi juga milik umat Islam,” ucapnya.

Dari pantauan Rayapos, spanduk yang dibentangkan diatas aspal itu juga dijaga sejumlah pemuda berpakaian Jawara aa Betawi.

Dalam seragamnya bertuliskan Jawara 411 bela tauhid. Hingga pukul 15.16 Wib, aksi ini masih terus berlanjut. Massa terus mengalir hingga pelataran lapangan Parkir IRTI di Jalan Medan Merdeka Selatan.