Diskusi Gurita Dominasi Politik Aliran dalam Pilpres 2019 (FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA)

@Rayapos | Jakarta – Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) menilai kondisi politik nasional saat ini tidak sehat. Korwil JKSN DKI Jakarta, H. Mutiyarso khawatir isu sara akan menimbulkan perpecahan bangsa.

“Keadaan politik saat ini tengah semrawut, banyak dikaitkan dengan agama dan suku. Sungguh sangat disayangkan, politik yang seharusnya berjalan dengan sehat justru membuat terpecah belahnya kesatuan bangsa,” ujar Mutiyarso dalam diskusi “Gurita Dominasi Politik Aliran dalam Pilpres” di Matraman, Jakarta Timur, pada Rabu malam (7/11/2018).

Baca juga:

KNKT Temukan Kerusakan pada AOA Lion Air JT 610

Siapa Pasang Bendera ISIS di Rumah Habib Rizieq?

Diskusi ini membahas tentang adanya politik aliran, dimana politik tahun ini sudah banyak yang diluar konteks. Banyak kegiatan politik sekarang sudah membawa perbedaan-perbedaan suku dan keyakinan.

Kornas Relawan Kyai Ma’ruf Eks Alumni 212, Amsori mengatakan bahwa kaum millenial harus memahami politik dan kesadaran dalam memilih merupakan hak setiap individu.

“Kaum millenial saat ini harus sadar politik, dan persoalan memilih itu adalah hak dari tiap individu. Mendukung harus menggunakan akal dan kewarasan serta kampanye sehat harus diterapkan,” ujar Amsori.

Di sesi lain, Ketum barisan millenial Yai Ma’ruf Amin, H Ilyas Indra dalam diskusinya menyampaikan, kaum muda harus berpikir jernih dan tidak terprovokasi atas adanya isu-isu politik.

Kaum muda saat ini diharapkan tidak ikut kedalam kegaduhan politik yang saat ini terjadi.

“Teman-teman milenial harus sadar bahwa kita harus memilih dan sadar akan politik, serta memahami atas pembangunan apa saja yang ada saat ini. Kaum milenial tidak boleh terpancing dengan situasi panas politik, berikan hal-hal politik yang baik serta kembali ke pemilihan yang sehat, nasionalitas kaum milenial harus dibuktikan”, kata Ilyas.

BAGIKAN