Mobi korban yang dibawa lari tersangka HS.

@Rayapos | Jakarta – Tersangka pembunuh sekeluarga di Bekasi, HS, kepada polisi beralibi, dia berada di kos Cikarang di malam pembunuhan, Senin (12/11/2018). Alibinya sudah terbantah.

Pemilik kos tempat tinggal HS menyebut, HS pulang pada sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (13/11/2018).

Sedangkan, sekeluarga Daperum Nainggolan (38) isterinya Maya Boru Ambarita (37), serta anak-anak mereka, Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7) ditemukan tewas terbunuh di rumahnya di Bekasi, Selasa (13/11/2018) dini hari.

Pemilik kos-kosan Pondok Ammeera, Desa Mekar Mukti, Cikarang Utara, Alif Baihaqi, saat dihubungi wartawan, Kamis (15/11/2018) mengatakan:

“Jam 10 pagi. Dibayar (sewa kos) jam 10 pagi, dia cuma 10 menitan di kosan saya. Dia datang, lihat kamar, naruh mobil terus balik lagi (meninggalkan kos).”

HS dari interogasi sementara mengaku ada di kos-kosan pada malam pembunuhan satu keluarga Daperum Nainggolan antara Senin (12/11/2018) malam hingga Selasa (13/11/2018) dini hari.

Pembunuhan ini baru diketahui warga pada sekitar pukul 06.30 WIB, Selasa (13/11/2018).

“Dia ada di situ. Di kos-kosan itu,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, terpisah.

Pemilik kos menyebut, HS membayar uang sewa kos Rp 400 ribu sebagai uang muka dari total Rp 900 ribu yang harus dibayarkan.

HS juga sempat mengecek kamar kos dan meninggalkan mobil Nissan X-Trail berwarna silver dengan nopol B-1075-UOG.

“Nah dia bilang pagi itu, malam mau balik lagi. Tapi ternyata nggak balik lagi,” ujar Alif.

Baca Juga:

Tersangka Pembunuh Bekasi Membantah, Polisi Kini Uji Bukti

Hadapi Persija, PSM Siap Tampil Menyerang

8 Manfaat Buah Pala Bagi Kesehatan

Terlacaknya pelarian HS diketahui dari penelusuran polisi lewat penghuni kos/kontrakan yang pernah bekerja dalam perusahaan yang sama dengan HS.

“Dia (pengontrak) ngomong sama karyawan saya. Kata dia, ‘mas orang tadi pagi yang mas terima itu, dia pembunuh. Saya dapat info dari kantor,” kata Alif mengutip ulang percakapan HS dengan karyawannya.

Dari pelacakan, polisi berhasil menemukan mobil milik Daperum korban pembunuhan. Hingga akhirnya HS ditangkap di kaki Gunung Guntur pada Rabu (14/11/2018) sekitar pukul 22.00 WIB.

Dari kamar kos di Cikarang, polisi menyita celana berwarna hitam, yang juga terdapat noda bercak darah.

Sedangkan di mobil HS ditemukan bercak darah di seat belt, gagang pintu kanan juga di karpet bawah kemudi.

Temuan ini di-crosscheck dengan temuan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah Daperum Nainggolan (sebelumnya ditulis Diperum) di Jl Bojong Nangka, Pondok Melati, Kota Bekasi.

“Kita tunggu hasil Labfor. Darah di mobil dan di tempat kos dan darah di TKP apakah ada kesamaan atau keindentikan. Yang penting kita amankan satu orang yang diduga pelaku berinisial HS,” terang Argo. (*)

BAGIKAN