Amerika vs Rusia: Membuang US Dolar, Menimbun Emas, Serta Teman Lama Bernama “Krisis”

Foto: AFP PHOTO/ POOL / SERGEI ILNITSKYSERGEI ILNITSKY / AFP / Getty Images

Menurut laporan IMF, Amerika Serikat masih merupakan negara dengan cadangan emas terbesar saat ini. Namun seberapa akurat laporan IMF? Banyak negara yang bisa saja menyimpan emas, tanpa mengeluarkan laporan resmi.

Lihat saja China dengan “laporan palsu” mengenai cadangan emas yang mereka miliki. Fakta ini masuk akal, karena dalam beberapa tahun terakhir, negeri Tirai Bambu terus menimbun emas dalam jumlah masif tanpa banyak berbicara ke dunia luar.

Akan tetapi di samping China, tidak banyak yang mengamati pergerakan Rusia. Perhatian lebih tertuju ke Tirai Bambu ketimbang Beruang Merah. Sungguh merupakan fakta mengejutkan dimana keberadaan cadangan emas Rusia sebetulnya tidak bisa disepelekan. Baru-baru ini, Bank Sentral Rusia mengumumkan pembelian 30 ton emas di bulan Maret 2015 lalu.

Kembali kepada IMF, menurut statistik institusi keuangan dunia tersebut, saat ini Rusia menduduki urutan ke 5, negara-negara dengan cadangan emas terbesar. Posisi ini menempatkan Rusia tepat berada di bawah China dalam penimbunan emas. Opini berkembang bahwa jika Rusia melaporkan jumlah sebenarnya, maka negara itu akan mengalahkan China.

Tetapi fakta bahwa China juga melakukan “kecurangan” dalam laporan mereka, semakin mengaburkan fakta seberapa banyak cadangan emas ke dua negara besar tersebut. Satu hal yang pasti adalah, baik China maupun Rusia, saat ini terus menimbun emas dalam jumlah besar.

Di Amerika berkembang sebuah opini, dimana muncul kekuatiran tentang terus bertambahnya cadangan emas Rusia. Rasanya aneh jika kemudian seluruh masyarakat dunia harus kuatir, karena sebetulnya, kekuatiran ini hanyalah milik para politisi Amerika dan juga pejabat Federal Reserve. Mereka paranoid dengan indikasi bahwa US dolar, sebentar lagi akan tergantikan oleh Yuan, Rubel, atau bahkan emas itu sendiri.

Biasanya, para pelaku ekonomi selalu menyoroti China dengan potensi teramat besar untuk menggeser Amerika dari tahta penguasa dunia. Bagaimana China memback up Yuan dengan emas. Namun di sisi lain, Rusia kini masuk ke dalam bursa persaingan, dimana Rubel saat ini ditopang dengan kuat oleh cadangan emas yang kian menggunung.

Meskipun tidak akan terjadi dalam waktu dekat, potensi Rusia bukan merupakan sebuah ketidakmungkinan.

Sama seperti negara-negara di dunia, Rusia juga memiliki politisi dan Bank Sentral. Tentu saja mengganti mata uang resmi dengan emas, akan mengakibatkan berkurangnya kekuasaan pemerintah dalam beberapa sektor. Hal ini tentu akan menjadi polemik besar bagi para politisi Rusia. Ruang bermain mereka akan semakin kecil, sementara selama ini politisi Rusia menyediakan ruang yang hampir tidak terbatas untuk politisi mereka.

Tak heran, pejabat-pejabat Rusia ditengarai sedang membuat kalkulasi cermat mengenai hal ini. Bank Sentral Rusia mematok suku bunga tinggi guna menstabilkan Rubel. Di samping itu, penjualan besar-besaran surat hutang Amerika pun sedang dipentaskan oleh otoritas keuangan Rusia. Sekarang, ada fakta baru lagi dimana Rusia terus menaikkan cadangan emasnya.

Pertanyaanya adalah, apa yang sesungguhnya sedang terjadi?

Kemungkinan terbesar kenapa pemerintah Rusia mengambil kebijakan seperti ini adalah tensi tinggi antara Amerika dan Rusia akhir-akhir ini. Dengan situasi Ukraina, politisi Amerika dengan ceroboh dan angkuh langsung menetapkan sanksi ekonomi atas Rusia. Lebih khusus lagi, embargo terhadap beberapa figur elit dalam pemerintahan Vladimir Putin.

Pada akhirnya, Amerika tidak memberikan Rusia terlalu banyak pilihan. Dengan tekanan sanksi ekonomi, mereka harus mencari jalan lain untuk bertahan dan tetap berada di papan atas panggung ekonomi serta politik dunia. Jika kemudian Rusia memutuskan untuk membuang US Dolar, kemudian mengabaikan dolar dalam setiap transaksi perdagangan mereka, itu merupakan bumerang bagi Amerika sendiri.

Sejak Februari 2014 sampai Februari 2015, Rusia telah melepas US Treasury dari US$ 126 milar, kini hanya tersisa di bawah US$ 70 miliar. Artinya, hanya dalam setahun Rusia membuang hampir separuh dari total surat hutang Amerika yang selama ini mereka pegang.

Sementara itu, ada fakta menarik dimana pejabat-pejabat Rusia kelihatannya menukar US Treasury dengan emas. Tentu saja dari sudut pandang Rusia, hal ini sangat masuk akal. Rusia akan mulai mengandalkan emas ketimbang US Dolar, apalagi pemerintah Amerika masih ngotot dengan sanksi ekonomi dimana Rusia kesulitan melakukan transaksi perdagangan menggunakan The Green Back.

Menjawab pertanyaan di judul tulisan ini, mungkin Rusia belum akan sepenuhnya memback up Rubel dengan emas. Kelihatannya apa yang dilakukan saat ini adalah, menjaga kestabilan Rubel dengan menggunakan emas. Selain itu, manuver ini juga merupakan “wake up call” bagi para politisi Washington.

Jika semakin banyak negara yang mengikuti langkah Rusia dan China –menimbun emas-, maka ketakutan akan tergesernya US Dolar, semakin dakat menjadi kenyataan. Amerika akan lengser dan tidak lagi memiliki pengaruh global. Tidak ada lagi negara yang akan melirik Amerika, atau bahkan meminta bantuan Paman Sam.

Sulit bagi pemerintahan Trump untuk menanggung defisit besar di dalam neraca keuangan Amerika. Saat ini ada kekuatiran global dimana para investor akan terlilit hutang pemerintah. Terlepas dari aksi jual US Dolar oleh pemerintah Rusia, suku bunga masih tetap rendah di Amerika, berlawanan dengan kondisi Eropa.

Namun satu hal yang patut dikuatirkan adalah, semakin sulitnya pemerintah Amerika menjual US Treasury ke negara-negara dunia. Federal Reserve tidak bisa terus menerus melakukan “buy back”, dengan resiko meroketnya inflasi. Jika China dan Jepang mengikuti apa yang dilakukan Rusia saat ini, situasi akan tambah sulit untuk pemerintahan Trump. Mereka tidak akan bisa lagi leluasa “menghabisakan uang”.

Rusia mungkin tidak akan pernah mengeluarkan kebijakan mata uang yang diback up oleh emas. Bisa juga Rusia tidak akan bisa mengalahkan ekonomi Amerika. Tapi, Rusia bisa menjadi contoh untuk negara lain dalam hal kepintaran mengelola kebijakan ekonomi mereka di tengah-tengah persaingan ketat dengan China, Amerika, Jepang dan beberapa negara maju lainnya.

Tentu saja, menukar US Treasury dengan emas adalah manuver cantik ala Rusia. Siapa menyusul, menarik untuk dinantikan. Satu hal yang pasti, kepala Trump akan semakin pusing karena terjepit juga dengan masalah penolakan warga Amerika sendiri atas kepemimpinannya.

Jika sudah begitu, sahabat lama bernama “Krisis” mungkin sedang dalam perjalanan mengunjungi kita kembali !

 

Comments

comments