Foto: Dok Rayapos

@Rayapos | Purbalingga – Anak kampung, Imron Ichwani lulus sebagai Calon Prajurit Taruna (Capratar) AKMIL Tahun 2018. Putra Sugeng Suroso yang sehari-hari berjualan bubur ayam keliling ini sebelumnya bercita-cota masuk STAN.

Ditemui dikediamannya di Jl. Cempaka RT 03/06 Desa Selabaya Kec. Kalimanah Kab. Purbalingga ini, sang ayah menuturkan bahwa Imron memang tergolong anak yang cerdas. Sejak SD ia sering ikut lomba Matematika, bahkan nilai UN ilmu hitungnya mencapai 10.

“Alhamdulilah Pak, saya lulus Capratar Akmil, besok tanggal 30 Juli 2018 saya ke Bandung untuk mengambil perlengkapan baju. Rasa haru, bangga, bahagia dan gak percaya anak saya diterima menjadi Calon Prajurit Taruna Akmil,” ujar Sugeng belum lama ini.

Saat duduk dibangku SMP, lanjut Sugeng, Imron juga ikut lomba Olimpiade tingkat Provinsi. Memasuki SMA, ia selalu aktif dalam organisasi kesiswaan dan paskibraka. Berawal dari situlah, bersama 16 rekan Almuni SMAN 1 Purwokerto mereka mendaftar AKMIL.

“Saya dan keluarga sangat senang dan bangga, karena Imron memang anak yang rajin, taat pada orang tua dan tekun beribadah. Pokoknya anak saya itu gak neko-neko (aneh-aneh),” tuturnya.

Dikonfirmasi ditempat lain, terkait berita putra tukang bubur ayam keliling yang lulus Taruna Akmil yang berdomisili di Desa Selabaya Kecamatan Kalimanah, Purbalingga, Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf Andy Bagus membenarkan akan hal tersebut.

“Memang benar, ada salah satu Calon Prajurit Taruna Akmil tahun 2018 yang merupakan putra asli Purbalingga. Dia adalah anak tukang bubur ayam keliling, yaitu bapak Sugeng Suroso,” tegas Letkol Inf Andy Bagus.

Baca Juga:

Digoyang Gempa, Ayudia Bing Slamet Pusing Berat

Soal Isu Pindah ke Madrid, Maurizio Sarri Ingin Temui Courtois

Dandim Purbalingga mengaku bangga dengan capaian yang diraih putra daerah lolos menjadi Calon Parjurit Taruna Akmil. “Ini membuktikan menjadi Taruna Akmil itu bukan hanya untuk anak yang tinggal di kota-kota besar saja dan kalanga berada,” ucapnya.

“Nyatanya anak desa dan dari keluarga yang kurang mampu yang memenuhi syarat dapat masuk menjadi Taruna Akmil.”

Ditegaskan pula oleh Letkol Andy Bagus bahwa menjadi Prajurit TNI merupakan hak dari semua Warga Negara Indonesia, siapa saja boleh dan bisa, asalkan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan TNI AD, baik untuk calon Perwira, Bintara maupun Tamtama.

“Yang perlu digaris bawahi adalah masuk TNI tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis,” tukasnya.