Wasekjen Demokrat Andi Arief

@Rayapos | Jakarta – Wasekjen Demokrat Andi Arief menyebut Prabowo Subianto jenderal kerdus. Demokrat menyatakan tegas, bahwa omongan Andi Arief bukan pernyataan resmi dari Demokrat, melainkan pribadi.

Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, menegaskan suara resmi Demokrat harus keluar dari pernyataan Ketum maupun Sekjen, selain dari itu, tidak bisa dikatakan suara resmi Demokrat.

“Kalau suara resmi partai itu pasti Ketum atau menugaskan Sekjen. Di luar itu tidak bisa dianggap suara partai,” ujar Ferdinand, Kamis (9/8/2018).

Baca juga:

Sandiaga Mundur dari Wagub DKI, Jadi Cawapres Prabowo

Demokrat: Mental Prabowo Jatuh Ditubruk Uang Sandi

Rumah Dhani Dijual, Beby Romeo: Ah Banyak Hantunya

Di sisi lain, Ferdinand mencontohkan pernyataan resmi partai, yang bersuara lebih sopan dan bijak, bukan berbunyi sindiran seperti yang dikatakan Andi Arief.

“Kami suaranya juga menyampaikan amanat partai. Suara resmi terkait arah-arah politik dari Ketum atau Sekjen. Itu protap,” ujarnya.

Ferdinand menyebut pihaknya tak terlalu memusingkan pernyataan Andi Arief. Saat ini, partai fokus mematangkan koalisi bersama Gerindra, setelah itu barulah kata Fedinand, Demokrat memikirkan masalah sanksi terhadap Andi Arief.

“Kita selesiakan dulu koalisi pertemuan ini antara ketua umum,” ujarnya.