Angelina Jolie kunjungi kota Mosul yang hancur akibat peperangan (Foto: UNHCR/Andrew McConnell)

@Rayapos | Jakarta – Aktris Hollywood, Angelina Jolie berkunjung ke Mosul, kota terbesar kedua di Irak akhir pekan lalu sebagai Utusan Khusus Badan Pengungsi PBB (UNHCR). Kunjungannya ke wilayah yang porak poranda akibat perang itu bertujuan untuk menyerukan kepada dunia internasional agar tidak melupakan warga Irak yang kini hidup susah dan sulit membangun kembali kotanya pasca perang.

Kunjungan ke wilayah Irah ini merupakan yang kelima kalinya dilakukan oleh Angelina Jolie, sejak ia bekerja sebagai Utusan Khusus UNHCR tahun 2001 lalu.

Dalam kunjungannya itu, Jolie menyusuri jalanan yang hancur akibat dihantam bom untuk menemui sejumlah keluarga di wilayah barat kota Mosul.

“Ini adalah kerusakan paling parah yang pernah saya saksikan selama bertahun-tahun bekerja dengan UNHCR. Penduduk di sini kehilangan segalanya.” kata Jolie dalam pernyataan tertulisnya di UNHCR.

Angelina Jolie menemui penduduk kota Mosul (Foto: UNHCR/Andrew McConnell)
Angelina Jolie menemui penduduk kota Mosul (Foto: UNHCR/Andrew McConnell)

“Mereka sangat menderita. Tidak punya obat-obatan untuk anak-anak. Sebagian besar dari mereka juga tidak memiliki akses untuk mendapatkan air bersih atau layanan dasar lainnya.” ujarnya.

“Saya berharap ada komitmen jangka panjang untuk membangun ulang kota ini. Dan saya menyerukan kepada komunitas internasional untuk tidak melupakan Mosul.” serunya.

Angelina Jolie menemui penduduk kota Mosul (Foto: UNHCR/Andrew McConnell)
Angelina Jolie menemui penduduk kota Mosul (Foto: UNHCR/Andrew McConnell)

Angelina Jolie diketahui telah lama bekerja bersama dengan UNHCR. Ia bergabung sejak tahun 2001 lalu dan sempat mengunjungi para pengungsi dari berbagai negara yang sedang mengalami gejolak seperti Irak, Kamboja dan Kenya.

Baca juga: 

Seperti diketahui, Mosul berhasil direbut kembali oleh pasukan Irak dari tangan kelompok bersenjata ISIS pada bulan Juli tahun lalu. ISIS telah menguasai kota yang terletak di bagian utara Irak itu selama tiga tahun dan menjadikannya sebagai salah satu basis ‘perjuangan’ mereka

Saat terjadi peperangan sebagai upaya pembebasan kota Mosul dari tangan kelompok ISIS, sedikitnya 900 ribu warga kota terpaksa mengungsi dari wilayahnya yang dilanda peperangan itu.