Ketua DPR Bambang Soesatyo (FOTO: RAYAPOS/ANDREW TITO)

@Rayapos | Jakarta – Ketua DPR Bambang Soesatyo menyampaikan keprihatinan terkait adanya info anggota DPR RI dari Partai Golkar yang tertangkap tangan oleh KPK.

Bamsoet yang juga Politisi Partai Golkar ini menegaskan alan menyerahkan seluruh proses hukum yang berlaku atas tindak pidana korupsi yang di lakukan Kadernya, kepada KPK.

“Anggota DPR yang ditahan KPK, tentu sebagai pimpinan, saya menyampaikan kesedihan dan keprihatinan. Namun kami serahkan pada proses hukum yang berjalan di KPK,” inar Bamsoet di Komplek Parlrmen DPR, Senin (16/7/2018).

Baca juga:

Tingkat Kemiskinan Maret 2018 Terendah Sejak 1998

Ahok Tak Mungkin Jadi Ketua KPK, Kata Netizen

Bamsoet mengatakan sanksi kepada Eni, Anggota DPR Fraksi Golkar akan diberikan begitu ada putusan akhir atau inkrah dari pengadilan yang berlaku dimana jika memang terbukti melakukan tindak pidana korupsi, Bamsoet mengatakan yang bersangkutan bisa saja di berhentikan dari Golkar.

“Secara formal belum ada. Tapi sesuai ketentuan kami di Golkar, sanksi diberikan saat inkrah tapi ada bebetapa preseden ketika jadi tersangka, dinonaktifkan,” ujarnya.

Dalam hal ini Bamsoet menegaska Partai Golkar tidak menugaskan kader ataupun anggota DPR mencari dana untuk partai politik.

“Dana operasi parpol mengalami peningkatan per satu suara bagi parpol 2014 dan 2019 dari Rp100 sekian jadi Rp1.000, itu kan udah kemajuan. Terkait hal-hal itu kembali pada pribadi anggota parpol yang bersangkutan karena sejauh yang saya ketahui tidak ada penugasan apapun dari parpol untuk memberikan beban pada anggota mencari dana diluar ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

BAGIKAN