Angin Kencang Sebabkan Nelayan Kurangi Aktivitas Melaut

@Rayapos | Kendari: Angin kencang diiringi dengan hujan di Kota Kendari dan beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara memicu para nelayan mengurangi aktivitas melaut, akibatnya harga ikan dipasaran cenderung bergerak naik.

“Harga ikan segar selama beberapa hari ini mulai terasa kenaikannya. Ikan cakalan, rumah-rumah, katamba dan jenis ikan lainnya rata-rata naik Rp3 ribu hingga Rp5 ribu per kg,” kata Haris (45), penjual ikan di pasar Mandonga, Selasa(31/1).

Dia mengatakan, kenaikan harga ikan dipasaran menyusul hasil tangkapan nelayan berkurang dibanding dengan beberapa hari sebelumnya.

Harga ikan segar jenis cakalang yang biasanya Rp30.000 per kg, kini naik hingga Rp35.000 per kg. Begitu pula dengan dengan jenis ikan putih yang biasanya Rp45.000 per kg kini naik hingga Rp50.000 per kg.

Ia mengatakan, para nelayan di Kota Kendari mengakui beberapa hari ini membatasi melaut karena cuaca selama beberapa hari ini tidak menentu.

“Memang terlihat awan cerah di pagi hari, namun begitu menjelang sore hingga malam berubah gelap dan angin bertiup kencang,” ujar Yuslal (40) nelayan asal Lapulu Kota Kendari.

Selain harga ikan air laut yang cenderung naik, juga dirasakan para pedagang sayuran mengakui ada kecenderungan naik.

Dikatakan, naiknya harga sayuran karena dipicu hujan yang terjadi dalam beberapa hari ini sehingga penjual yang menggunakan sepeda roda jarang yang melakukan pembelian sayur ketingkat petani.

“Harga sayur-mayur mulai terasa kenaikannya seperti kangkung, bayam, kacang panjang yang rata-rata naik Rp500-Rp1.000 per ikat atau dari Rp4.000 naik menjadi Rp4.500 hingga Rp5.000 per ikat,” ujar Sulastri.

Dia mengatakan, walaupun ada kenaikan harga sayuran, namun konsumen tetap saja membeli walaupun dalam jumlah terbatas untuk cukup sekali masak. [ant]

Comments

comments

LEAVE A REPLY