Angka Kematian Ibu di Malang Meningkat

Ibu hamil, perlu perhatian lebih.(Foto: www.cirebontrust.com)

@Rayapos | Malang: Angka kematian ibu melahirkan di Kota Malang, Jawa Timur, selama 2016 meningkat, dari delapan orang pada 2015 menjadi sembilan orang.

“Faktor penyebab kematian ibu hamil saat melahirkan itu, di antaranya karena pendarahan, keturunan (biologis), dan jantung lemah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Dr.dr. Asih Tri Rachmi Nuswantari di Malang, Jumat (27/1).

Untuk menekan angka kematian ibu hamil saat melahirkan tersebut, pihaknya terus melakukan berbagai upaya, di antaranya pendampingan dan sosialisasi kepada ibu hamil serta kader kesehatan.

“Kami rutin melakukan pemeriksaan terhadap ibu hamil, memperbanyak pelatihan, gerakan senam ibu hamil, dan mengintensifkan koordinasi dengan rumah sakit,” katanya.

Dari sejumlah faktor penyebab kematian ibu hamil tersebut, kata Asih, yang paling dominan atau sebagian besar karena mengalami pendarahan yang hebat.

Pada saat masih dalam masa kehamilan, Dinkes memberikan tablet penambah darah melalui puskesmas atau pada saat pendampingan agar kondisinya tida bertambah parah.

Selain itu, lanjut Asih, Dinkes juga mengerahkan ahli gizi untuk mendampingi ibu hamil dalam hal pemenuhan kebutuhan makanan tambahan agar kondisi ibu dan bayinya tetap terjaga dan sehat.

“Pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil ini bervariasi, kadang berupa susu atau biskuit,” imbuhnya.

Menyinggung daerah rentan terhadap kematian ibu hamil ketika melahirkan, Asih menyebutkan nama Kecamatan Kedungkandang. Misalnya, pada tahun 2016, jumlah angka persalinan dengan kejadian ibu meninggal di kecamatan itu sebanyak enam orang atau dua pertiga dari jumlah keseluruhan ibu melahirkan meninggal di kota itu.

Selain Kedungkandang, Kecamatan Sukun juga rawan sebab pada tahun 2016 ada tiga ibu melahirkan yang meninggal.

Sementara itu, pada tahun 2015, ibu melahirkan yang meninggal sebanyak delapan orang, yakni lima orang di Kecamatan Kedungkandang, tiga orang di Kecamatan Sukun, dan satu orang di Kecamatan Lowokwaru.

Sementara itu, angka persalinan di wilayah Kota Malang pada tahun sebelumnya sebanyak 13.512 orang, turun menjadi 13.407 orang pada tahun 2016.

“Dari 13.407 ibu melahirkan itu, sembilan orang di antaranya meninggal dunia,” katanya. [ant]

Comments

comments