Ilustrasi parkir

@Rayapos | Jakarta – Pemprov DKI Jakarta berencana menerapkan tarif baru parkir di Ibu Kota. Gubernur Anies Baswedan menjelaskan, hal ini dilakukan sebagai upaya menekan volume kendaraan pribadi.

Untuk saat ini pihaknya sedang melakukan finalisasi kajian rencana tersebut. Dia pun berharap dengan diubahnya tarif perparkiran dapat memberikan pengaruh kepada minat masyarakat dalam menggunakan transportasi umum.

“Nanti mudah-mudahan akhir bulan ini bisa difinalkan. Itu nanti Inshya Allah dilakukan tahun depan kita baru laksanakan,” kata Anies saat meninjau pembangunan JPO modern di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (4/12/2018).

Baca juga:

Jika Mangkir Lagi, Habib Bahar Dipaksa Polisi

Dakwaan Penggelapan Rp 8 T oleh Soeharto, Disoal GMNI

Sebelumnya, Mantan Menteri pendidikan dan Kebudayaan ini sempat berupaya mendorong penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik.

Upaya itu dilakukan sesuai dengan Undang-Undang 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Di dalamnya disebutkan bahwa tarif pajak parkir paling tinggi sebesar 30 persen.

Sementara itu Pendapatan Asli Daerah (PAD) minimal dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan pembangunan Kota Jakarta,

Lanjut Anies menuturkan, pihaknya juga bakal mengurangi kantong-kantong parkir di beberapa lokasi. Sehingga jenis kendaraan yang masuk di kawasan Sudirman dan Thamrin adalah kendaraan umum atau pejalan kaki.

Apalagi dia berkomitmen menjadikan kawasan itu sebagai kawasan yang ramah pejalan kaki.

“Pengetatan parkir itu dua (cara) yang dilakukan. Satu adalah dengan (cara) peningkatan biaya parkir, yang kedua dengan (cara) pengurangan tempat parkir,” tuturnya.