Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

@Rayapos | Jakarta – Pemprov DKI Jakarta masih melakukan kajian terkait penetapan tarif Mass Rapid Transit (MRT) yang dijadwalkan bakal beroperasi pada bulan maret 2019.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pihaknya akan mengumumkan hal tersebut setelah kajian tarif MRT selesai.

“Belum kalo tarif MRT, kalo hasil kajian menyangkut biaya dan menyangkut daya beli serta kemauan membayar wilingnes to pay jadi ada biayanya ada kemampuan membayar mah sekarang baru dikaji nanti kalo udah fix nanti akan diumumkan,” kata Anies di Balai Kota, Jakarya Pusat, Rabu (7/11/2018).

Kendati begitu sedikit Anies membocorkan, rencanya harga tarif MRT bakal bervariasi lantaran ditentukan dengan jarak tempuhnya.

Menurut Anies pihaknya tidak bisa buru-buru menetapkan harga tarif karena harga bakal mengikuti jarak yang ditempuh.

“karena ditentukan dengan jarak tempuhnya beda dengan TJ yg kemana aja sama aja harganya, jadi tidak bisa harganya sekian gitu, tergantung jaraknya, jangan buru buru kita menetapkan berapa ribu rupiah gitu karena itu akan tergantung pada jarak,” jelasnya.

Mantam menteri pendidikan dan kebudayaan ini pun menyebut harga tarif MRT tidak akan sama dari setiap stasiun, sebab diketajui masing-masing stasiun MRT memiliki jarak yang berbeda-beda.

“Stasisun itu ada yang jaraknya tidak bulat tentunya misal kita mengatakan x rupiah per kilometer nanti ada staisun staisun yang jaraknya 1,3 ada yg jaraknya 800 meter di publik itu belum menjelaskan nya nunggu fix aja,” pungkasnya.

BAGIKAN