@Rayapos | Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meninjau warga Kampung Baru, Kelurahan Kayu Putih, Jakarta Timur, Rabu malam, setelah pada siangnya warga melakukan demo di Balaikota DKI Jakarta pada Rabu malam (21/11/2018).

Hal ini diumumkan Anies melalui Akun Instagram miliknya @aniesbaswedan, beberapa video dan foto pertemuannya dengan warga diunggah dalam instragram milik Anies Baswedan.

“Semalam sudah larut, tapi warga masih bersemangat saat saya tiba untuk mengunjungi teman-teman di RW 07 Kampung Baru, Kelurahan Kayu Putih, Jakarta Timur,” tulis Anies.

Seerti diketahui Kemarin siang (Rabu, 21/11) Aliansi Masyarakat Peduli Warga Kampung Baru (AMP-WKP) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Balaikota DKI, memprotes penutupan akses jalan MHT (jalan lingkungan) di Kampung Baru, namun warga tidak bisa menemui Anies siang itu.

Ratusan warga menuntut pencabutan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 1323 Tahun 2017 tentang Pembebasan Lahan Jalan MHT di Kampung Baru RT 11, RT 16 dan RW 07 Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Pergub yang ditetapkan 11 Juli 2017 pada era Gubernur Djarot Syaiful Hidayat itu dijadikan dasar hukum oleh perusahaan PT Nurdin Tampubolon Fam (PT NTF) untuk menutup akses jalan warga sejak Agustus 2017.

Perusahaan itu diketahui milik ketua fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Nurdin Tampubolon.

Anies mengungkapkan, setiap kebijakan penataan kampung perlu melibatkan warga agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan warga.

“Untuk itu kita perlu duduk bersama, mendengarkan langsung dari warga, melihat masalah dari berbagai perspektif, bermusyawarah untuk mencari solusi terbaik,” kata dia.

Dalam video yang diunggah, Anies juga menegaskan, tugas pemerintah adalah membantu yang kecil. Menurutnya kewenangan tida boleh dibalik-balik dimana pemerintah menjadi alat bagi yang besar.

“Nanti ini saya akan lihat, saya akan panggil, Jakarta ini milik semuanya, semuanya harus memiliki kesemoatan yang sama, tugasnya pemerintah membantu mengangkat yang kecil, bukan di balik kalau di balik bahaya,” tutur Anies.

BAGIKAN