Jalan Sabang

@Rayapos | Jakarta – Sejumlah warga yang berdomisili di sepanjang jalan Sabang, Menteng, Jakarta Pusat, menggugat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Gugatan itu dilayangkan lantaran adanya penutupan atau pemberlakuan jalan satu arah di Jalan Sabang.

Warga menganggap kebijakan itu sangat merugikan para pengguna jalan, khususnya yang bermukim di sekitar lokasi tersebut.

Baca juga:

Habib Bahar Dilaporkan Polisi Karena Dugaan Pemukulan Anak, Benarkah?

Sudah 3 Malam Underpass Matraman Mati Lampu Karena Rusak

“Surat permohonan berisi keberatan warga atas pemberlakuan kebijakan satu arah di Jalan Sabang. Kebijakan ini sangat merugikan warga karena omset penjualan mereka menurun drastis sejak diberlakukannya kebijakan itu,” ujar Rinto Wardana selaku kuasa hukum warga saat dihubungi, Rabu (5/12/2018) malam.

Dari salinan surat permohonan gugatan yang diterima Rayapos, diketahui Gugatan ini teregister dengan nomor perkara : 20/P/FP/2018/PTUN.JKT tertanggal 26 November 2018.

Rinto menjelaskan, adanya kebijakan itu, menandakan jika, Pemprov DKI Jakarta tidak memahami bahwa kawasan sepanjang Jalan Sabang tersebut telah menjadi kawasan niaga sejak puluhan tahun lalu.

“Alasannya karena menjadi biang kemacetan dan akan melakukan penataan trotoar, menurut kami itu adalah alasan yang mengada-ada,” katanya.

Lanjut dia menuding, kebijkan yang diterapkan Anies melalui Dinas Perhubungan DKI Jakarta, belum memiliki dasar hukum.

“Lagipula kebijakan tersebut dibuat tanpa dasar hukum yang jelas,” tambahnya.

Sebelumnya diketahui Pemprov DKI Jakarta memberlakukan kebijakan satu arah di Jalan KH Wahid Hasyim dan sekitarnya dengan alasan kemacetan.

Uji coba dilakukan pada bulan oktober, denhan dua tahap pengujian. Pertama pemberlakuan satu arah, dimulai dari Jalan Jaksa hingga Jalan Agus Salim dari arah Timur ke Barat atau menuju Sarinah.

Sedangkan tahap kedua, pemberlakuan satu arah dimulai di Jalan Agus Salim dari simpang Jalan KH Wahid Hasyim sampai simpang Jalan Kebon Sirih atau Jalan Sabang.