Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara peresmian revitalisasi lapangan Banteng di Jakarta, (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

@Rayapos | Jakarta – Video pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang marah saat peresmian Lapangan Banteng viral. Pada video itu, pendukung setia Ahok kesal karena Anies dianggap mengklaim rancangan desain Lapangan Banteng.

“Siapa yang bilang, siapa yang bilang. Woi Ahok yang rancang. Semua Ahok, tahu nggak lo,”. Namun, apakah Anies benar mengklaim rancangan Lapangan Banteng tersebut?

Ternyata, Anies tidak mengklaim dirinya telah merancang revitalisasi Lapangan Banteng. Anies hanya berterima kasih kepada Yori Antar, arsitek pemugaran kawasan bersejarah itu.

Berikut pidato Anies:

Dan yang juga perlu secara khusus kita berikan apresiasi. yang merancang dan menyiapkan grand design dari nol, Bapak Yori Antar.

Alhamdulillah proses rancangan ini telah berjalan dengan baik. Dan kita sama-sama pada malam ini menyaksikan Lapangan Banteng sebagai lapangan yang bersejarah kembali ditata.

Pemanfaatannya pun bervariasi. tadi saya sempat dengar cerita dari Pak Yori bagimana proses, bagaimana inovasi kreasi dilakukan di sini.

Harapannya tempat ini bukan hanya tempat yang mempesona karena rancanganya baik, yang lebih penting lagi adalah rancangannya memungkinkan warga berinteraski bersama di arena ini.

Baca juga:

Selain Zainudin Hasan, Adik Ketua MPR Lainnya Juga Tersangka Kasus Penipuan

Makin Canggih, Boneka Seks China Sudah Bisa Diajak Ngobrol

Bau Busuk Kali Jakarta, Akhirnya Ditangani Kementerian

Dengan begitu tempat ini memungkinkan warga berinteraksi. Memungkinkan berkegiatan bersama dan saya percaya yang disusun oleh Pak Yori Antar, kegiatan seperti kegiatan olahraga, kegiatan seni, kegiatan budaya semuanya bisa dilakukan di tempat ini.

Yori Antar atau Gregorius Antar Awal adalah arsitek kenamaan asal Indonesia. Perancang rupa bangunan lulusan Universitas Indonesia ini sudah merancang beberapa tempat kenamaan di Jakarta, satu di antaranya adalah Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo.

Selain itu, Yori juga terlibat dalam konservasi bangunan adat di Indonesia. Dia berupaya melestarikan rumah adat di Desa Wae Rebo, Manggarai, Nusa Tenggara Barat.

BAGIKAN