Screenshot Instagram Anies Baswedan

@Rayapos | Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pamerkan surat ucapan terimakasih dari Bupati Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Deno Kamelus terkait perubahan nama OK Otrip menjadi Jak Lingko akun instagram miliknya hari Rabu (17/10/2018).

Dalam surat itu Deno Kamelus menyampaikan rasa terimakasihnya melalui surat resmi dari Kabupaten Manggarai dan komunitas masyarakat Manggarai Nusa Tenggara Timur atas pemberian nama jaringan Transportasi DKI Jakarta dengan nama Jak Lingko.

“Kebanggaan kami dan menyampaikan terimakasih setinggi tingginya kepada bapak selaku Gubernur kota Jakarta,” tulis Deno dalam surat nomor 130/183/X/2018.

Deno menerangakan, baginya pemberian nama Jak Lingko yang diambil dari sistem persawahan Lodok (persawahan Laba-Laba) di Manggarai menjadi menjadi keputusan Anies yang dianggap mengakui eksistensi budaya pembagian tanah di Kabupaten Manggarai dengan sistem Lingko.

“Ini merupakan satu bentuk pengakuan dan penghargaan atas eksistensi budaya pembagian tanah dengan sitem Lingko dan tercatat dalam sejarah kebudayaan Manggarai,” tutupnya.

Melalui kolom unggahan foto surat tersebut, Anies menjelaskan keuntungan menggunakan bahasa Indonesia yang ditopang oleh 700 lebih bahasa daerah bisa memperkaya bahasa Indonesia dengan menyerap istilah-istilah dari bahasa daerah.

Mantan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan ini juga menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Manggarai yang telah menyumbangkan kata Lingko yang sebelumnya memakai istilah OK .

“Saudara-saudara di Manggarai, yang telah menyumbangkan sebuah kata dari bahasanya untuk memperkaya Bahasa Indonesia dan menjadi sebutan bagi program integrasi transportasi di Jakarta,” tulis Anies.

Baca juga:

Prabowo Ultah, Timses Minta Sesuatu ke Simpatisan, Begini Permintaannya

Gedung DPR Dipasangi Kaca Anti Peluru, Begini Tanggapan Polisi

Kembali dia menjelaskan, jika nama harus memberikan makna. Menurutnya pemberian nama Jak Lingko sudah didasari dengan berbagai riset. Lingko diserap dari istilah yang digunakan masyarakat Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menyebut sistem pembagian tanah persawahan yang berbentuk jaring.

“Kata ‘lingko’ juga mirip dengan bahasa Inggris ‘link’ yang bermakna ketersambungan,” terangnya.

Dia berharap Jak Lingko akan mudah diasosiasikan sebagai jaringan atau
ketersambungan transportasi ketika diucapkan.

“Jadi, mari bangga menggunakan kosakata daerah,” tandasnya.

BAGIKAN