Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (FOTO: Feri Kodri)

@Rayapos | Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjelaskan, kemampuan untuk kritis, kreatif, kerja sama, dan komunikasi sangat dibutuhkan di zaman sekarang. Sebab empat kompetensi itu nanti akan menjadi dasar pendidikan Indonesia.

“Pilar kompetensi 4K, yaitu kemampuan berpikir kritis, kreatif, kerja sama, dan komunikasi ini merupakan hal yang fundamental. Dunia pendidikan kita sudah bergerak dari dasar baca tulis hitung menjadi ke 4K tadi,” jelas Anies di Pesantren Islam Al-Irsyad di Asrama Haji, Jalan Raya Pondok Gede, Jakata Timur, Sabtu (6/1/2018).

Baca jugaFadli Zon Hadiri Pelantikan DPW Ikatan Keluarga Minang di Jakarta

Anies juga mengungkapkan, agar masyarakat terhindar dari tindakan yang tidak baik seperti penipuan, ekstremisme maupun berita hoax atau bohong, maka harus berfikir kritis.

“Kritis luar biasa mendasar. Apalagi di tempat yang banjir informasi. Ada hoax, ada juga hoax membangun katanya,” terangnya.

Baca jugaSenangnya Atlet Bowling Indonesia Saat Disambangi Pak Menteri

Menurut pria yang pernah menjabat sebagai Mendikbud ini, jika masyarakat menggunakan kemampuan kritis, hal-hal bersifat ekstrim pasti nggak laku. Karena orang kritis akan bertanya dengan detail.

“Contoh ekstremisme, saya menawarkan investasi Rp 10 juta dalam 2 sampai 3 bulan jadi Rp 20 juta. Itu ekstremisme bisnis, nggak masuk akal bahwa dengan uang Rp 10 juta dalam 2 bulan jadi Rp 20 juta, Pasti ditanya bagaimana. Kalau nggak ada kemampuan kritis, pasti cepat terbawa,” ujar Anies.

Kendati demikian, Anies Baswedan sangat menginginkan lahirnya orang-orang kreatif, mampu bekerja sama dan mempunyai kemampuan komunikasi yang baik.

Editor: Danang

 

BAGIKAN