FOTO: screenshot youtube

@Rayapos | Jakarta – Kenapa produk keluaran merek Apple tergolong mahal? Apakah produsen asal Cupertino, Amerika Serikat itu mengambil untung besar dari tiap produk? Mari kita bahas!

Produk terbaru iPhone XS Max 256 GB misalnya, ponsel yang mulai dipasarkan 21 September lalu ini dijual seharga USD 1.299 atau sekitar Rp 19 juta. Padahal biaya pembuatannya hanya tidak setinggi itu.

Baca juga:

Study: Tak Makan Malam Belum Tentu Bisa Turunkan Berat Badan

Kemhan Terima Kunjungan Delegasi NDC Bangladesh

Adapun perhitungannya dari komponen yang digunakan ponsel ini sebagai berikut:

Panel OLED menjadi yang termahal. Apple membeli dari seharga USD 80.50 per unitnya. Sementara biaya pembuatan chipset A12 Bionic USD 72 per unit.

Untuk penyimpanan internal USD 64. Biaya untuk komponen kamera USD 44, sedangkan material bodi USD 58.

Bila ditotal biaya pembuatan iPhone XS Max 256 GB hanya USD 443 atau sekitar Rp 6,6 juta. Jadi selisih harga jual dengan biaya pembuatan mencapai Rp 12,4 juta lebih.

Jumlah yang cukup besar memang, tapi perlu juga diingat, ongkos pembuatan tadi tidak termasuk aneka biaya lain. Apple tentu harus membayar gaji karyawan yang telah mengucurkan keringatnya untuk membuat ponsel tersebut. Belum lagi biaya riset dan development perangkat dan sistem operasinya yang cukup tinggi.

Ditambah biaya pemasaran, distribusi dan lain-lain. Alhasil, memang cukup wajar bila kemudian Apple mematok harga yang cukup tinggi untuk ponsel barunya itu.

BAGIKAN