Foto: Istimewa

@Rayapos | Jakarta – Setelah mendatangi membuat laporan di Polda Metro Jaya, Atalatik Syah menyebut tidak perlu ada lagi komunikasi dengan mantan istrinya, Tsania Marwa.

Menurut Atalarik, saat Tsania Marwa melaporkan dirinya ke Bareskrim Mabes Polri juga sama sekali tidak ada pemberitahuan kepadanya.

“Waktu saya dilaporin ke Bareskrim nggak ada komunikasi ke saya dulu. Saya kaget, siang bolong,” ujar Atalarik saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (11/7/2018).

Atalarik mengungkapkan, tak ada permintaan Tsania Marwa untuk bertemu anak-anaknya. Ia pun merasa semua mediasi yang dilakukannya kepada Marwa sudah sangat cukup.

“Sejak permasalahan itu, saya telah melakukan mediasi pribadi sebulan. Seminggu sekali saya ke rumah orangtuanya, saya membuktikan bahwa saya sudah beritikad baik. Karena ini masalah keluarga dan menyangkut masalah pribadi, makanya saya memang block di HP,” terangnya.

Lebih lanjut Atalarik menjelaskan, keputusan yang diambilnya ini merupakan hal wajar. Bukan didasari faktor emosional, namun ia berharap bertemu muka dirumah dan tidak melalui telepon.

“Mau saya block seluruh dunia ya itu hp saya. Tidak ada video call, karena masalah rumah tangga lebih baik tatap muka. Alangkah indahnya kalau bertemu di rumah. Rumah saya terbuka. Welcome sekali kalau mau ketemu anak-anak,” tegasnya.

Atalarik menceritakan pertemuan Tsania Marwa dengan anak-anaknya hanya terjadi karena mediasi. Pertemuan itu terakhir terjadi pada 2 Agustus 2017. Ia pun mengaku tak tahu alasan isterinya tidak mencoba untuk bertemu dengan anaknya yang berada di bawah pengasuhannya.

“Tanya sama dia, ha ha ha ha. Yang jelas saya nggak pernah ngelarang untuk bertemu (anaknya),” katanya lagi.

Baca Juga:

Atalarik Syah Datangi Polda Metro Jaya, Laporkan Siapa?

Nikita Mirzani: Berhijab Bukan Karena Seseorang, Tapi Karena Allah

Pria berusia 45 tahun itu pun membantah jika komunikasinya dengan dirinya sulit. Atalarik menyindir Tsania Marwa untuk lebih menggunakan jalur terhormat.

“Kan kuasa hukum kami masing-masing udah tukar nomor. Jangan mentang-mentang ada hp semua tiba-tiba dimudahkan. Itu tidak etis. Jaman dulu saya diajarkan berkorespodensi dengan surat tulis tangan. Sekarang ada email. Pakailah jalur-jalur terhormat,” tuturnya.

“Jangan serta merta gunakan gadget yang ada. Bagaimanapun anak-anak itu kan amanah dari Allah. Anak tidak mengerti masih suci dan jangan disusahin. Kita harus mencontohkan biar anak-anak menghormati.”