Lena dan Leni. Foto: Instagram

@Rayapos | Jakarta – Di Asian Games 2018 bakal ada mereka. Si kembar identik yang manis-manis, Lena dan Leni. Mereka anggota tim sepak takraw unggulan Indonesia. Juara di Asian Games 2014 dan SEA Games 2017.

Tapi, kalau menguak masa lalu mereka, memprihatinkan. Atau, bisa juga disebut inspiratif. Sebab, mereka dibesarkan dari keluarga miskin. Mereka berjuang, bukan saja agar bisa sekolah. Tapi juga memenuhi kebutuhan hidup.

Lena dan Leni lahir kembar identik di Indramayu, Jawa Barat, 7 Juni 1989. Mereka sejak kecil berjuang membantu orang tua, memenuhi kebutuhan hidup. Pastinya berat.

Di Youtube Kemepora RI posting Senin (13/8/2018), keduanya mengaku kenal sepak takraw demi sekolah gratis. Mereka sekolah sampai tamat SMP di Indramayu. Setelah itu orang tua tak mampu membiaya lagi.

Kemudian mereka mendengar kabar ini:

“Kalau di SMA itu, atlet takraw, sekolahnya gratis,” kata Lena. Tapi, dia saat itu belum tahu, bentuk sepak takraw. Mereka nekat masuk olahraga tersebut, demi sekolah gratis.

Kemudian: “Kebetulan kan pelatih juga tau, ada bakat. Jadi alhamdulillah bisa sampai sekarang,” papar keduanya.

Setahun mereka berlatih sepak takraw, masuk Pelatnas. Resmi berstatus atlet nasional. “Alhamdulillah,” ujar Leni.

Simak videonya di sini:

Tapi, sehari-hari mereka tetap: Kerja serabutan. Itu yang dia lakukan sejak remaja.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Lena dan Leni jadi buruh cuci pakaian tetangga. Juga sambil mengais sampah. Sebab, tetangganya pemulung.

“Bantu-bantu orang aja, saudara untuk cuci piring dan baju,” paparnya.

Nah… punya tetangga pemulung, membuat mereka terpercik rejeki. “Kan tetangga bos rongsokan, jadi misalnya ada yang enggak laku, pasti dia buang di tanggul sungai,” kisah Lena.

“Kita cari pas paginya. Kalo ada sepasang sepatu, kita ambil buat sekolah dan latihan,” sambungnya.

Hal itu semata dilakukannya agar bisa melanjutkan pendidikan. Dan menyambung hidup.

“Karena pengen melanjutkan sekolah. Jadi, ikut teman-teman ikut takraw, lanjut sekolah, enggak bayar,” tuturnya.

Baca Juga:

Siswa SMK Tewas Setelah Kena Bacok saat Tawuran

Turkish Aerospace Tawarkan Pesawat Tanpa Awaknya ke Indonesia

PKS Belum Mau Usulkan Calon Pengganti Sandiaga Uno

Sepak takraw kemudian jadi bagian hidupnya. “Sepak takraw is my life,” akunya.

Ternyata mereka berprestasi di takraw. “Seneng terus ada prestasinya. Kita juga difasilitasi dari situ juga. Jadi mau enggak mau kita harus membuktikan juga. Alhamdulillah hobi jadi profesi juga,” lanjutnya.

Mereka bahkan mendapatkan pekerjaan dari prestasinya. Selain itu, keduanya juga telah memberangkatkan ibadah haji untuk orang tua.

“Tahun 2010 pas pertama ikut Asian Games. Habis itu dapat bonus Porda dan daftarin orang tua naik haji. Sekitar 2014 orang tua berangkat, tapi kita enggak tau karena lagi di Korea,” terangnya.

Meski menikmati pekerjaannya sebagai atlet sepak takraw, keduanya mengaku sempat merasakan kekecewaan ketika bertanding.

Pertandingan tersebut terjadi ketika SEA Games di Malaysia pada tahun 2017.

Tim sepak takraw putri Indonesia sempat memutuskan walk out saat melawan tim putri Malaysia pada nomor pertandingan regu putri.

Keputusan wasit yang dinilai merugikan Indonesia menjadi alasan tim memutuskan pergi meninggalkan lapangan. Padahal, posisi unggul.

“Mungkin karena kesalnya pelatih juga kan, daripada diterusin kaya gitu lagi. Sempat mimpin jauh itu..landing 7 poin,” katanya.

Mereka menganggap hal tersebut sebagai pembelajaran dan mengambil hikmah dari kekecewaan.

“Cuman belum rejeki juga…sebenernya itu saling ngalahin,” bebernya.

Kini keduanya sudah siap untuk tanding di Asian Games 2018.

“Ibaratnya kita udah dibekali semuanya dari skill, teknik dan vitamin. Pengen cepet main, cepet beres,” tegasnya.

Dalam pertandingan nantinya, si kembar kerap mengenakan bandana dengan motif dan warna yang sama.

Bukan karena untuk gaya-gayaan, namun agar kening mereka tidak lecet.

“Kalau enggak pakai itu pada lecet dan sakit kepalanya. Di Jambi sempet berdarah,” tukasnya.

Diketahui, Lena dan Leni sempat memperkuat tim sepak takraw putri Indonesia dan meraih dua medali perunggu pada Asian Games Incheon Korea 2014.

Dua medali tersebut disumbang dari nomor pertandingan tim regu dan regu putri.

Selain itu, di level Asia Tenggara, Lena dan Leni sukses meraih medali perak SEA Games Kuala Lumpur 2017. (*)

BAGIKAN