ilustrasi IHSG

@Rayapos.com | Jakarta – IHSG (Index Harga Shama Gabungan) Senin (4/12), perdagangan pagi dibuka menguat sebanyak 53,81 poin atau setara 0,904 persen ke posisi 6.005.

Sedangkan level tertinggi IHSG pada awal pekan berada di posisi 6.022 dan level terendah IHSG berada di posisi 6.004.

Volume perdagangan pagi tercatat sebanyak 541 juta lembar saham senilai Rp490 miliar dengan jumlah frekuensi sebanyak 16.501.

Sebanyak 96 saham menguat, sebanyak 65 saham melemah, dan sebanyak 93 saham tidak mengalami perubahan atau stagnan.

Sementara itu, bursa Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan akhir pekan lalu seiring laporan bahwa Michael Flynn mengadakan kontak dengan Rusia terkait pencalonan Trump sebagai presiden dahulu. Hal ini memperburuk citra Trump dan dapat mengganggu sejumlah agenda ekonomi pemerintah.

“Sebelumnya, senat memutuskan menunda voting terkait rencana penurunan pajak, meski ada indikasi mereka akan menyetujuinya. Dari sisi ekonomi, data PMI manufacturing tercatat agak di bawah estimasi,” sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta.

Data Caixin PMI manufacturing China di November untuk perusahaan kecil dan menengah tercatat lebih buruk dari ekspektasi. Sementara itu, keputusan OPEC dan Rusia untuk memperpanjang pembatasan produksi minyak hingga akhir 2018 menjadi sentimen pendorong untuk harga minyak.

“Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah hari ini mengikuti pelemahan bursa AS dan Eropa, termasuk EIDO,” sebut Samuel Research Team.

Comments

comments