Foto: Ilustrasi

@Rayapos | Dubai – Bagi Anda yang sering mengintip atau memata-matai ponsel pasangan, kini harus berhati-hati. Pasalnya, di Arab Saudi hal tersebut dikategorikan sebuah kejahatan dan bisa dihukum denda besar dan penjara maksimal satu tahun.

Seperti dilansir laman Reuters, Selasa (3/4/2018), kebijakan ini tertuang dalam undang-undang baru di negara tersebut. Ini dimaksudkan untuk ‘melindungi kesusilaan warga dan masyarakat serta melindungi kenyamana pribadi’.

“Hukuman itu akan berlaku baik bagi laki-laki maupun perempuan,” ujar sebuah pernyataan tertulis kementerian kebudayaan Arab Saudi.

Kendati demikian, banyak orang yang mempersepsikan kebijakan hukum baru itu hanya akan melindungi kaum laki-laki dari para isterinya.

Baca Juga:

Keren, Pemkot Surabaya Telah Ciptakan Ratusan Aplikasi

Pengusaha Konveksi Jual Kaos #2019GantiPresiden, Ini Harganya

Sebagaimana yang terjadi pada sebagian besar negara Islam lain, hukum Arab Saudi terkait perceraian mewajibkan perempuan mendapatkan jaminan demi kebutuhan bukti terjadi kekerasan dalam rumah tangga. Bukti tersebut biasanya didapatkan dari HP suami.

Undang-undang Anti-Kejahatan Siber itu menyebutkan bahwa “memata-matai, atau menyergap data, yang dikirim melalui jaringan informasi atau melalui komputer, tanpa izin sah” adalah kejahatan.

Kejahatan itu bisa dikenai denda sebesar maksimal 500.000 riyal atau sekitar hampir Rp1,8 milyar, dihukum penjara, atau bahkan keduanya.

“Media sosial telah menyebabkan semakin naiknya aksi tindakan kejahatan siber seperti pemerasan, ujaran kebencian, dan belum lagi pembajakan akun,” ungkap kementerian kebudayaan Arab Saudi.

Undang-undang yang sudah berlaku di negara tetangga, Uni Emirat Arab, juga melarang tindakan yang sama dengan hukuman minimal tiga bulan penjara dan denda sekitar Rp10 juta.