Inilah sketsa wajah pria yang diburu Polres Depok. Kolase: DWO

@Rayapos | Depok – Setiap ketemu cewek di tempat sepi, pria ini selalu menunjukkan penisnya. Memaksa si cewek melihatnya. Jika tidak, akan dianiaya. Itulah pria yang kini diburu Sat Reskrim Polres Depok.

Usianya sek itar 25 – 30 tahun. Wajahnya sudah di-sket, hasil kerjasama Sat Reskrim Polres Depok dengan Tim Inafis Mabes Polri. Dari hasil keterangan para korban pelecehan seksual pria itu (sebut saja Mr X).

“Semoga pelaku segera berhasil ditangkap,” kata Paur Humas Polresta Depok Ipda I Made Budi saat dihubungi wartawan di Cimanggis, Depok, Minggu (29/7/2018).

Polisi sudah menyebar sketsa wajah Mr X. Sumbernya dari para korban. Antara lain dari gadis SN (23) dan beberapa cewek lainnya.

Polisi berharap, masyarakat yang kebetulan menjumpai Mr X, diharapkan memberi informasi kepada polisi.

“Sketsa sudah disebar ke sekitar lokasi Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok,” katanya. “Bahkan sudah disebar di sekitar Jalan Raya Margonda. Sudah sejak tiga hari yang lalu disebarnya.”

Teror Kelamin

Korban yang melapor ke polisi adalah SN (21). Kejadian pada Minggu (15/7/2018) sekira pukul 06.30 WIB. Lokasi di Gang Swadaya II, Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok.

SN adalah mahasiswi perguruan tinggi di Depok. Untuk memenuhi kebutuhan kuliah, setiap pagi buta dia berjalan berkeliling, berjualan kue. Dia membawa dua keranjang besar berisi kue. Donat, tahu, panada, risol, lumpia.

Suatu perjuangan yang gigih dari gadis muda ini.

Di hari kejadian, dia berangkat dari rumah kosnya sebelum pukul 06.00. Berjalan membawa dua keranjang besar di tangan kiri dan kanan. Menyusuri gang-gang di wilayah Kelurahan Tugu. Ketemu pelanggan, dan kuenya laku.

Sampailah dia di Gang Swadaya II. Ini gang sempit. Lebarnya sekitar 1 meter. Panjangnya sekitar 50 meter. Di kiri-kanan tembok rumah. Jika dua orang berpapasan di situ, salah satu harus jalan miring. Supaya tidak senggolan.

SN lewat sendirian. Tahu-tahu, ada motor masuk gang itu di ujung jalan sana. Makin lama makin dekat. Seorang pria muda sendirian mengemudikan motor Yamaha Mio hitam. Berjaket warna gelap, tidak pakai helm.

Setelah jarak antar mereka tinggal sekitar tiga meter, SN berhenti. “Saya berdiri mepet ke tembok supaya memberi jalan dia,” ceritanya kepada wartawan.

Ternyata pria itu juga menghentikan motornya. Memasang standard, dia turun dari motor yang mesinnya tetap hidup. Dia jalan mendekati SN. Tinggi badannya, menurut SN, sekitar 170 sentimeter.

“Saya kira dia mau beli kue saya,” ujar SN. Ternyata tidak. Setelah mereka berhadapan, pria itu langsung meremas-remas payudara SN. Dia meremas sambil mengancam, kalau SN berteriak akan dihajar.

“Saya takut diam saja. Kedua tangan saya masih memegang keranjang kue…” ujar SN sambil menangis.

Setelah puas meremas-remas payudara, pria itu membuka resluiting celananya. Mengeluarkan penisnya. Tentu sudah tegang. Dipamerkan penisnya yang besar ke SN.

Ketika SN menutup mata, dibentak-bentak: “Lihat…. lihat ini…”

SN lantas kabur. Pria itu mengejarnya. Dalam beberapa langkah SN tertangkap. Wajah SN ditampar beberapa kali. “Saya ditampar sampai jatuh ke tanah. Dia mengancam akan membunuh saya,” cerita SN.

Setelah puas, pria itu kabur. Tidak terjadi perkosaan. Hanya pelecehan seksual dan penganiayaan. Tapi, SN ingat betul wajah pelaku. Dialah Mr. X yang kini buron polisi.

Baca Juga:

Kuli Bangunan Bersama Istri Jualan Sabu, Malah Tertangkap Polisi

PKS: Umat Islam akan Cetak Sejarah Kedua, Setelah Pilkada DKI

Anies: Pelican Crossing Bunderan HI untuk Hormati Pejalan Kaki

Keterangan Para Saksi Lain

Keterangan SN tidak sendirian. Warga sekitar wilayah tersebut juga punya pengalaman serupa. Bahkan Mr. X memamerkan penisnya ke pria juga.

Tiguno (40) tukang ojek pangkalan di ujung Jalan Jengkol, sudah melihat selebaran sketsa wajah Mr. X. “Saya tidak tahu namanya, tapi saya pernah lihat dia,” kata Tiguno.

Diceritakan Tiguno, suatu siang pada Februari lalu, dia nongkrong di pangkalan ojek. Kebetulan dia sendirian. Pengojek lain pada mencari penumpang. Tahu-tahu ada motor Yamaha Mio hitam berhenti di pangkalan ojek.

Pemotornya Mr. X. Tidak pakai helm. Berjaket hitam, celana kolor pendek warna biru. “Dia langsung duduk di bangku sebelah saya. Nggak omong apa-apa,” cerita Tiguno.

Tapi, kemaluan Mr. X sudah nongol. Menyembul dari celana kolornya yang bolong. “Kelaminnya sudah nongol sejak dia turun dari motor. Mungkin saat dia nyetir motor, sudah begitu,” katanya.

Dua pria ini duduk berdampingan tidak saling menegur. Tidak bicara. “Gak lama, dia kembali ke morotnya. Naik motor. Kelamin tetap nongol. Trus dia pergi,” kisah Tiguno. “Wajahnya seperti di gambar ini,” ujarnya menunjuk sketsa.

Kesan Tiguno terhadap Mr. X: “Dia orang stress,” ujarnya.

Tejo (54) tukang ojek, mengaku beberapa kali melihat sosok yang dibuat polisi itu. Dia melihatnya saat melintas di sekitar Jalan Komjen Pol. M. Jasin pada siang hari.

“Pernah lihat beberapa kali. Terakhir tiga bulan lalu lah. Dia lagi nongkrong di Jalan Bakti dekat sini. Motornya matic warna hitam keluaran lama,” tuturnya. Tapi Tejo tidak ditunjukin kelamin Mr. X.

Gadis Tidur Diintip

Gadis MD (19) mahasiswi, indekos di sekitar wilayah tersebut. Dia mengaku, pada April 2018 sekitar pukul 23.00 kamar kosnya diintip pria lewat lubang angin di atas pintu. Saat itu dia sendirian, belum tidur.

“Waktu saya samperin di dekat pintu, dia kabur dengan motornya,” kata MD. Tapi, dia tidak melihat wajah pengintipnya. “Semoga cepat ditangkap pokoknya,” kata MD.

Kejadian terbaru pada Sabtu (28/7/2018) malam kemarin. Korbannya IH (19) mahasiswi yang indekos di sekitar wilayah Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok. Kejadiannya diceritakan RN (19) teman IH yang juga indekos di sekitar wilayah tersebut.

Diceritakan RN, pada Sabtu malam itu, IH yang indekos sendirian, mendadak berkirim pesan Whatsapp kepada RN. “Sekitar pukul 21.00 IH kirim WA ke saya,” ceritanya.

Isi pesan, ada pria mengintip ke dalam kamar kosnya. IH mengirim pesan ke RN dengan harapan, minta bantuan, seandainya terjadi sesuatu.

“Sekira pukul 21.00 IH di dalam kamar belum tidur. Dia bilang, ada orang melongok lewat ventilasi. Tangan orang itu kelihatan megang ventilasi. Kepalanya melongok lewat ventilasi,” kata RN (19), Minggu (29/7/2018).

Melihat itu, IH memberitakan lewat WA ke RN. Saran RN kepada IH, agar berteriak. Supaya warga keluar rumah dan membantu. Siapa tahu, pengintip itu penjahat. Toh, indekos IH berada di gang sempit yang padat penduduk.

Belum sempat IH berteriak, dia mendengar suara motor yang akan melintas di gang sempit tersebut. Pasti motor itu bakal melintas di depan kamar kos IH. Dan, saat itulah pengintip melarikan diri.

“Pas ada suara motor, pelaku langsung turun dan kabur naik motor,” ujarnya. Tapi, baik IH maupun RN tidak melihat wajah si pengintip.

Uniknya, IH tidak mendengar motor pengintip. Dia menduga, pengintip mematikan mesin motornya dari jauh, mendorongnya sampai di depan kamar kos IH. Lantas, mungkin pengintip berdiri di atas motornya. Lalu menggapai ventilasi di atas pintu. (*)

BAGIKAN