Prof. Mahfud MD. Foto: Dok Rayapos

@Rayapos | Jakarta – Prof. Mahfud MD geram. Dia difitnah akun Twitter @KakekKampret. Seolah-olah dia diberi mobil oleh calon bupati Karawang. Sudah dilaporkan ke polisi. Kini diproses.

Mahfud di akun Twitternya @mohmahfudmd mengulas soal fitnah dari hukum agama. Baik hukum Islam maupun Kristen. Untuk itu dia dibantu seorang pendeta, mengulas hukum Kristen.

Mahfud mengutip 2 ayat Alkitab yang amat cocok menjadi bahan renungan pagi umat Kristiani.

‘Di dalam Alkitab (Galatia 6: 7-8): Apa yg akan ditabur orang, itu juga yg akan dituainya, sebab, barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya. Ini nasihat dari teman sy pendeta Keristen Yunus Rahmadi. Islam dan agama2 lain pny jg dalil spt itu.’

Bagian yang dikutp Mahfud MD dari Galatia 6 hanya 2 ayat dari total 10 ayat.

Di dalam Alkitab, Galatia 6 berjudul ‘Saling Membantulah Kamu’

Isi selengkapnya Galatia 6 adalah sebagai berikut:

6:1 Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.

6:2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu ! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.

6:3 Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya h sendiri.

6:4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.

6:5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.

6:6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.

6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

6:8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.

6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

6:10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Berikutnya Mahfud MD juga kembali memposting pasal di dalam Alkitab yang ia dapat dari pendeta yang sama.

‘Di dlm Alkitab (Mazmur 109: 2-3) disebutkan “Mulut orang fasik dan penipu tenganga terhadap aku. Mereka berbicara tehadap aku dgn lidah dusta. Dengan kata2 kebencian mereka menyerang aku dan memerangi aku tanpa alasan”. Dikirim kpd saya oleh Pendeta Keristen Yunus Rahmadi.’

Bagian alkitab kedua (Mazmur 109 : 2-3) yang dibagikan Mahfud MD berdasarkan kiriman Pendeta Kristen Yunus Rahmadi.

Dalam Alkitab, Mazmur 109 berada dalam bagian ke-5 di Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama dalam Alkitab Kristen. Bagian ini digubah oleh Daud.

Mazmur 109 dalam terjemahan Alkitab dalam bahasa Indonesia diberi judul ‘Doa Seorang yang Kena Fitnah’.

Bagian yang dikutip Mahfud MD dan dibagikan di akun instagramnya hanya 2 ayat dari total 31 ayat yang ada di Mazmur 109.

Bunyi lengkap Mazmur 109 yang dikutip Mahfud MD adalah seperti ini :

109:1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Ya Allah pujianku, janganlah berdiam diri!

109:2 Sebab mulut orang fasik dan mulut penipu ternganga terhadap aku, mereka berbicara terhadap aku dengan lidah dusta;

109:3 dengan kata-kata kebencian mereka menyerang aku dan memerangi aku tanpa alasan.

109:4 Sebagai balasan terhadap kasihku mereka menuduh aku, sedang aku mendoakan mereka.

109:5 Mereka membalas kejahatan kepadaku ganti kebaikan dan kebencian ganti kasihku.

109:6 “Angkatlah seorang fasik atas dia, dan biarlah seorang pendakwa berdiri di sebelah kanannya;

109:7 apabila dihakimi, biarlah ia keluar sebagai orang bersalah, dan biarlah doanya menjadi dosa.

109:8 Biarlah umurnya berkurang, biarlah jabatannya diambil orang lain.

109:9 Biarlah anak-anaknya menjadi yatim, dan isterinya menjadi janda.

109:10 Biarlah anak-anaknya mengembara tidak keruan dan mengemis, dan dihalau dari reruntuhan rumahnya.

109:11 Biarlah penagih hutang menyita segala kepunyaannya, dan orang-orang lain menjarah hasil jerih payahnya.

109:12 Janganlah ada orang yang tetap menunjukkan kasihnya kepadanya, dan janganlah ada orang yang sayang kepada anak-anaknya yang menjadi yatim.

109:13 Biarlah dilenyapkan keturunannya, dan dihapuskan namanya dalam angkatan yang kemudian.

109:14 Biarlah kesalahan nenek moyangnya diingat-ingat di hadapan TUHAN, dan janganlah dihapuskan dosa ibunya.

109:15 Biarlah itu selalu diperhatikan TUHAN, supaya ingatan kepada mereka dilenyapkan dari bumi.

109:16 Oleh karena ia tidak ingat menunjukkan kasih, tetapi mengejar orang sengsara dan miskin dan orang yang hancur hati sampai mereka mati.

109:17 Ia cinta kepada kutuk–biarlah itu datang kepadanya; ia tidak suka kepada berkat–biarlah itu menjauh dari padanya.

109:18 Ia memakai kutuk sebagai bajunya–biarlah itu merembes seperti air ke dalam dirinya, dan seperti minyak ke dalam tulang-tulangnya;

109:19 biarlah itu baginya seperti pakaian yang dikenakannya, sebagai ikat pinggang yang senantiasa dipakainya.

109:20 Biarlah semuanya itu dari pihak TUHAN menjadi upah orang yang mendakwa aku, dan upah orang-orang yang berkata-kata jahat terhadap aku.”

109:21 Tetapi Engkau, ya ALLAH, Tuhanku, bertindaklah kepadaku oleh karena nama-Mu, lepaskanlah aku oleh sebab kasih setia-Mu yang baik!

109:22 Sebab sengsara dan miskin aku, dan hatiku terluka dalam diriku;

109:23 aku menghilang seperti bayang-bayang pada waktu memanjang, aku dikebutkan seperti belalang.

109:24 Lututku melentuk oleh sebab berpuasa, dan badanku menjadi kurus, habis lemaknya.

109:25 Aku telah menjadi cela bagi mereka; melihat aku, mereka menggelengkan kepalanya.

109:26 Tolonglah aku, ya TUHAN, Allahku, selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu,

109:27 supaya mereka tahu, bahwa tangan-Mulah ini, bahwa Engkaulah, ya TUHAN, yang telah melakukannya.

109:28 Biar mereka mengutuk, Engkau akan memberkati; biarlah lawan-lawanku mendapat malu, tetapi hamba-Mu ini kiranya bersukacita.

109:29 Biarlah orang-orang yang mendakwa aku berpakaikan noda, dan berselimutkan malunya sebagai jubah.

109:30 Aku hendak bersyukur sangat kepada TUHAN dengan mulutku, dan aku hendak memuji-muji Dia di tengah-tengah orang banyak.

109:31 Sebab Ia berdiri di sebelah kanan orang miskin untuk menyelamatkannya dari orang-orang yang menghukumnya.

Baca Juga:

Awan Mirip UFO di Atas Gunung Lawu

Alasan Bercuit Soal Fitnah

Sebelum bercuit mengutip ayat Alkitab, sejak beberapa hari lalu Mahfud MD memang kerap bercuit tentang fitnah.

Sebelumnya Mahfud MD menjelaskan fitnah dan hukumannya menurut agama Islam.

Mahfud MD tetap akan menyelesaikan kasus fitnah secara hukum meski ada yang menyarankannya memaafkan.

Cuitan tentang fitnah mantan Ketua Mahkamah Konsititusi Mahfud MD ini antara lain muncul setelah dia melaporkan akun @KakekKampret_ ke Polres Klateng, Jawa Tengah, Jumat (1/3/2019).

Mohammad Mahfud MD melaporkan akun @KakekKampret_ dengan tuduhan melakukan fitnah dan mencemarkan nama baiknya.

Diberitakan sebelumnya, akun @KakekKampret_ fitnah Mahfud MD.

Akun ini sebelumnya mencuit seolah-olah bertanya tetapi menurut Mahfud MD sudah memfitnah, yakni seputar pertanyaan mobil Camry B 1 MMD yang seolah-olah pemberitan calon bupati Karawang, Jawa Barat.

Setelah itu melapor ke polisi, melalui akun twitternya, Mahfud MD menjelaskan apa itu fitnah dan bagaimana pandangan dirinya dan agama.

Mahfud MD menjelaskan seputar fitnah melalui twitter antara lain juga untuk menjawab pertanyaan netizen atau warganet.

Fitnah menurut Mahfud MD sangat serius. Mahfud mengutip sejumlah dalil sebagai dasar dalam menjelaskan seputar fitnah tersebut.

Pada 2 Maret 2019, Mahfud MD mencuit fitnah dalam kacamata Al Quran yang lebih kejam dari pembunuhan.

“Pokoknya Al Quran menyatakan fitnah itu serius banget,” ujar Mahfud MD.

Simak cuitan Mahfud MD ini untuk menjawab akun @Ana_Rodlya.

@mohmahfudmd Mar 2 Retweeted Ana_Rodlya: Bhw fitnah mnrt Qur’an lbh kejam dari pembunuhan itu tak hny ada dlm 1 ayat. Ada dlm ayat “Alfitnatu asyaddu minal qatl”, ada jg “Alfitnatu akbaru minal qatl”.

Pokoknya, Qur’an menyatakan fitnah itu serius banget. Di kita dulu hukumannya bulanan, skrng mnrt UU ITE jd tahunan.

Mahfud MD kemudian menjelaskan hukuman terhadap seseorang yang melakukan atau menyebarkan fitnah yang lebih kejam dari pembunuhan.

Cuitan Mahfud MD itu untuk menjawab pertanyaan netizen Arief NJ‏ @Nautika85 yang bertanya, “Kalau muslim yg suka menuduh nuduh berujung fitnah hukumanya seperti apa prof?”

Jawaban Mahfud MD, @mohmahfudmd Mar 2 Retweeted Arief NJ: Dlm hukum hudud da qishos, kalau mencuri dipotong tangan dan kalau membunuh dihukum mati.

Mnrt Qur’an memfitnah itu lbh jahat daripada membunuh (al-fitnah asyadd min al qatl). Hukuman fitnah adl takzir, ditentukan oleh hakim sesuai dgn kadar fitnahnya. Bisa lbh berat dari qishos.

Menurut Mahfud MD, yang masuk kategori fitnah adalah masalah anak, istri, dan harta kekayaan.

@mohmahfudmd Mar 2: Anak, isteri, harta adl fitnah (ayat Qur’an). Kemudian dlm hadits sahih Nabi mengatakan, fitnah adl jk engkau mengucapkan kejelekan orng lain pd-hal itu tdk benar; sdngkan ghibah adl jika engkau mengucapkan kejelekan orng dan benar tp orng itu tak suka (malu) jika itu kau ucapkan.

Prof Mohammad Mahfud MD pun menjelaskan sebuah riwayat bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menghukum mati 8 orang karena dinilai telah mengkhianatinya.

“Hahaha. Nabi pernah menghukum mati 8 orang yang mengkhianati Nabi dan membunuh pesuruh Nabi. Saya bukan dihina tapi difitnah, sedangkan fitnah, menurut Qur’an, lebih jahat daripada pembunuhan. Saya berjiwa penegak hukum karena bernegara itu adalah berhukum,” ujar Mahfud MD melalui akun twitternya.

Seorang netizen bertanya, @Gilang19496871 Replying to @mohmahfudmd: Tanya pak! Bagaimana Cara Rasul mengadili yg salah atau khilaf..? Beri satu Contoh pengadilan.

Inilah jawaban Mahfud MD tentang cara Nabi Muhammad mengadili orang yang salah.

@mohmahfudmd Mar 2 Retweeted Gilang: Banyak. Tp sy beri 1 contoh sesuai dgn permintaanmu.

Dlm riwayat yg sangat masyhur, sampai ustadz2 hafal haditsnys, keluarga terpandang Bani Mahzum meminta kpd Nabi agar anaknya yg mencuri tdk dihukum. Nabi menolak, “Anak sy Fatimah pun sy potong tangannya kalau mencuri”, Paham? (*)

BAGIKAN