FOTO: Beritajatim.com

@Rayapos | Tuban – Betapa senangnya hati Suntoro, pelaku kasus pembacokan warga akhirnya bisa menikahi perempuan idamannya bernama Sipuk (40) meski pria tersebut telah meringkuk di penjara. Bahkan pernikahan sejoli itu yang digelar di Masjis Agung, Tuban, Jawa Timur itu bisa dilaksanakan secara gratis.

“Saya senang tetap bisa nikah. Sudah lama daftar ikut nikah, sebelum ada kasus ini,” ungkap Suntoro seperti dikutip Beritajatim.com.

Suntoro bisa mengikuti nikah massal yang digelar Pemerintah Kabupaten Tuban pada Selasa (13/11/2018) kemarin untuk memperingati Hari Jadi Tuban ke-725. Pelaksanaamn nikah massal itu diikut 12 pasangan dari usia remaja hingga usia lanjut.

Alasan pria berusia 40 tahun itu di penjara karena pernah terlibat kasus penganiayaan terhadap tetangganya bernama Mujiono (37) pada awal November lalu. Pembacokan itu terjadi karena Suntoro dan rekan-rekannya geram dengan korban yang menyalakan radio secara kencang.

“Dengan adanya tahanan yang ikut nikah massal dari dalam rangka Hari Jadi Tuban kita berikan kemudahan. Mereka kita Fasilitasi untuk melaksanakan pernikahan di Masjid Polres,” terang AKP Iwan Hari Poerwanto, Kasat Reskrim Polres Tuban.

Pelaksanaan nikah massal yang diselenggarakan oleh Pemkab Tuban itu berlangsung secara khidmat dengan peserta pengantin yang sudah berusia 73 tahun. Tujuan kegiatan tersebut salah satunya untuk membantu warga yang kurang biaya untuk menikah. Selain itu juga menurunkan jumlah warga yang belum menikah resmi meski sudah hidup bersama.

“Tujuan kegiatan ini untuk menfasilitasi warkga yang belum menikah secara resmi. Kita harapkan bisa meminimalisir jumlah pasangan yang sudah tinggal satu rumah tapi belum menikah secara sah,” ungkap Bupati Tuban Fathul Huda, usai acara.

Bupati menjelaskan, memang selama ini banyak warga masyarakat yang masih belum melakukan pernikahan secara resmi, namun sudah tinggal satu rumah, terutama yang sudah berusia lanjut. Sehingga untuk membebaskan hal tersebut Pemkab Tuban membuat trobosan untuk menikahkan warga secara gratis.