Kolase: Rayapos/DWO

@Rayapos | Jakarta – Kandidat Cawapres pendamping Joko Widodo terus bergulir. Beberapa nama bermunculan. Tapi, tak banyak yang memprediksi, Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu jadi Wapres-nya Jokowi.

Adalah Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto dalam keterangan tertulisnya kepada pers, memunculkan nama Ryamizard yang kini menjabat Menteri Pertahanan. “Pak Ryamizard sangat layak mendampingi Pak Jokowi,” statement Hari.

Ryamizard adalah jenderal pendiam. Tidak banyak bicara. Tidak pernah melakukan aktivitas yang mengarah kepada politic action, di tahun politik ini. Meskipun jabatan dia saat ini memungkinkan untuk itu.

Sehingga elit politik, bahkan pengamat politik, tidak menyinggung-nyinggung nama Ryamizard sebagai bakal Cawapres-nya Jokowi. Luput pula dari perhatian pers tanah air. Padahal, dia kandidat kuat pendamping Jokowi.

Hari Purwanto mengatakan: “Siapa yang tidak mengenal jenderal satu ini? Dekat dengan semua komponen anak bangsa baik tingkat atas, menengah maupun bawah. Bahkan sangat disengani oleh angkatan bersenjata negara tetangga maupun kalangan internasional.”

Tak kalah pentingnya, menurut Hari, Ryamizard memiliki komunikasi yang baik dengan kalangan agama. “Beliau bisa berinteraksi langsung dengan kalangan agama,” ujarnya.

Baca Juga:

Saat ini, lanjutnya, Jokowi butuh pendamping yang sangat loyal. Tapi cerdas. Dan, dalam situasi sosial politik Indonesia saat ini, juga dibutuhkan ketegasan. Kualitas itu sudah terbukti ada di diri Ryamizard.

Hari menceritakan, saat terjadinya gesekan elite nasional pada masa presiden Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid), Ryamizard yang menjabat Pangdam Jaya, mengancam siapa saja yang akan mengganggu keamanan di wilayahnya. Dan, keamanan benar-benar terkendali.

Lalu, saat terjadinya aksi 411 dan 212, Ryamizard mengimbau semua pimpinan Islam agar melakukan aksi damai dan tidak makar terhadap pemimpin negara. Sebab, tindakan anarkis sudah melanggar Undang-undang. Apalagi sampai makar.

Hasilnya, terbukti suasana tetap damai. “Itulah sikap loyalitasnya beliau kepada Presiden Jokowi,” lanjut Hari.

Hari juga menggarisbawahi rasa cinta Ryamizard kepada negara dan bangsa yang menurutnya tidak perlu diragukan lagi. Gerakan Bela Negara yang dipelopori Ryamizard jadi bukti tak terbantahkan.

Gerakan Bela Negara menggaung sampai ke Manado, Sulawesi Utara. Didukung oleh Universitas Prisma, Manado, di hadapan ratusan ribu massa di Stadion Tondano, 9 Desember 2017, Ryamizard tampil menggelorakan rasa cinta tanah air. Ratusan ribu massa meneriakkan: “Indonesia Satu, NKRI”.

“Awalnya dicibir oleh banyak kalangan, termasuk di parlemen. Meski begitu, Ryamizard tidak peduli. Dia tetap maju terus walau tidak banyak yang mendukung. Setelah beberapa bulan, konsep Bela Negara ini justru dipakai oleh banyak kalangan, baik militer maupun rakyat sipil,” ujarnya.

Maka, nama Ryamizard bakal muncul secara diam-diam di bursa Cawapres-nya Jokowi. Bisa jadi, tidak ada statement atau action, mendadak dia jadi. Bagai kuda hitam di tengah keriuhan tahun politik ini. (*)

BAGIKAN