@Rayapos | Jakarta – Perebutan kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kian memanas. Hal tersebut disebabkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mendapuk Ketua DPD Gerindra, Mohammad Taufik sebagai calon wagub DKI Jakarta, PKS mulai merajuk.

Partai pemenang pilkada DKI 2017 lalu ini, dijadwalkan bakal membahas persoalan tersebut pada tanggal 5 November 2018 mendatang sesuai undangan ketua DPD Gerindra Mohammad Taufik.

Rencananya, PKS bakal menanyakan kepastian nama M Taufik apakah sudah resmi menjadi bakal cawagub dari partai Gerindra. Jika benar, PKS pun bakal menagih janji dan komitmen Gerindra untuk menyerahkan sepenuhnya kursi DKI 2 kepada PKS.

Apalagi diketahui kesepakatan politik telah diamini oleh masing – masing pihak, sehingga PKS berhak mengajukan dua nama Cawagub dari kader mereka.

“Ya kalau kita kembali ke komitmen, komitmen awal. Jadi kita itu enggak ada istilahnya memaksa, merampas, tapi ini adalah komitmen,” kata ketua Fraksi PKS Abdurahman Suhaimi saat dihubungi Sabtu (3/10/2018).

Melihat hal pengamat politik dari Indonesian Public Jerry Massie memprediksi, dalam pertemuan tersebut Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bakal di ‘kadalin’ oleh partai Gerindra.

“Betapa tidak Prabowo sepertinya melanggar commitment and agreement party,” kata Jerry Massie kepada Rayapos.

Dikatakan Jerry, Jika mantinya kesepakatan dead lock maka kedua partai tersebut bisa saja bercerai politik. “Karena harusnya Wagub jatah PKS yang telah merelakan posisi Wapres ke Sandiaga Uno yang notabene kader Gerindra,” ungkapnya.

Setelah itu kata dia, perang urat syaraf kedia partai pengusung Anies-Sandi pada tahun 2017 lalu bakal terus bergulir hingg berpengaruh kepada mesin partai PKS di tingkat DKI Jakarta.

“Saya nilai psywar atau perang urat syaraf akan terus bergulir. Bagaimana Prabowo mau jadi presiden sedangkan perkara di DKI saja dia gagal. Sakit hati bisa dialami PKS yang all out mendukung pasangan Prabowo-Sandi,” kata dia.

Lanjut Jerry mengungkapkan, dengan sikap Prabowo yang merestui Taufik maka pintu PKS bakal tertutup. Pasalnya kekuatan Gerindra lebih besar ketimbang PKS di DPRD yakni 15 (Gerindra) berbanding 11 PKS dari 106 kursi DPRD DKI Jakarta. Belum lagi lobi-lobi dan manuver politik masih Gerindra yang lebih unggul.

Lagi-lagi menurutnya Impact dari persoalan tersebut sangat mempengaruhi kemenangan Prabowo dalam Pilpres 2019. Dia menyarankan agar Prabowo Subianto bersikap ksatria memberikan posisi wagub pada PKS.

“Atau dampaknya bisa di pilpres. Politik Chemistry bakal renggang. Karena PKS lagi menunggu Gerindra bersikap ksatria atau legowo memberikan jatah mereka,” pungkasnya.

BAGIKAN